NUSA AKSARA – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas kepada jajaran pemerintah untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Instruksi tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (11/2). Presiden, kata Teddy, ingin masyarakat di lokasi bencana tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa dibayangi lonjakan harga kebutuhan pokok.
“Terkait satu minggu menjelang bulan Ramadan, Bapak Presiden ingin memastikan harga-harga dan ketersediaan stok bahan pangan benar-benar ada dan benar-benar terjangkau di daerah terdampak bencana,” ujar Teddy menyampaikan arahan Presiden.
Fokus Pemulihan dan Transparansi Publik
Tak hanya soal harga pangan, Presiden Prabowo juga terus memantau proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera. Kepala Negara meminta Satuan Tugas (Satgas) serta para menteri terkait untuk rutin menyampaikan laporan perkembangan kepada publik secara transparan.
“Bapak Presiden Prabowo terus memantau perkembangan pemulihan daerah bencana dan ingin agar Satgas serta setiap menteri terkait terus menyampaikan update berkala kepada publik,” jelas Teddy.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan penanganan pascabencana berjalan cepat, terukur, dan akuntabel.
Penanganan Cepat Tanpa Birokrasi Berbelit
Di bawah komando Presiden Prabowo, pemerintah diklaim bergerak cepat tanpa prosedur yang berbelit. Bantuan logistik maupun kebutuhan mendesak disebut langsung disalurkan begitu dibutuhkan.
“Bapak Presiden tidak ragu-ragu untuk memberikan yang diperlukan sesegera mungkin,” tegas Teddy.
Hasilnya mulai terlihat. Dalam dua bulan masa penanganan, sebanyak 5.500 unit hunian telah selesai dibangun. Dari jumlah tersebut, 1.500 unit rampung hanya dalam satu bulan pertama.
Selain hunian, pemulihan infrastruktur vital juga menunjukkan progres signifikan. Sebanyak 98 jembatan dan 99 ruas jalan nasional telah kembali berfungsi. Layanan kesehatan dan pendidikan pun berangsur normal dengan beroperasinya 87 rumah sakit, 867 puskesmas, serta hampir seluruh sekolah di wilayah terdampak.
Dengan langkah pengawasan ketat terhadap harga pangan serta percepatan pemulihan infrastruktur, pemerintah berharap masyarakat terdampak bencana dapat menyambut Ramadan dengan lebih tenang dan penuh harapan.
(CHY/CTA)