NUSA AKSARA — Tren kuliner unik kembali melanda Korea Selatan. Kali ini, giliran dessert bernama Dubai Chewy Cookie yang sukses mencuri perhatian warga negeri ginseng. Perpaduan marshmallow cookies berlapis cokelat, isian krim pistachio, dan potongan kadaif pastry menjadikannya salah satu camilan paling diburu saat ini.
Kue yang terinspirasi dari cokelat khas Dubai ini pertama kali viral di media sosial tahun lalu. Sejak saat itu, popularitasnya terus meningkat dan kini menjadi obsesi baru di kalangan pecinta dessert Korea.
Dikutip dari laporan Yonhap, antrean panjang terlihat di luar toko roti pop-up di sebuah department store di Seoul bagian barat. Para karyawan terlihat sibuk membagikan kotak berisi kue kenyal tersebut kepada pelanggan yang rela datang sejak pagi.
“Saya cuma ingin ikut tren. Saya beli satu kotak untuk dibagikan ke teman kantor,” kata seorang pekerja kantoran berusia 25 tahun yang mengetahui kue ini dari Instagram.
Viral Berkat Media Sosial dan Idol K-Pop
Fenomena Dubai Chewy Cookie tak lepas dari kekuatan media sosial. Unggahan foto dan video tentang dessert ini membanjiri Instagram dan TikTok, membuat banyak orang penasaran untuk mencobanya.
Popularitasnya makin meroket setelah beberapa idol K-pop ikut menampilkannya di akun media sosial mereka. Sejak saat itu, camilan ini berubah dari sekadar tren menjadi simbol gaya hidup kekinian.
Akibat permintaan yang tinggi, banyak toko roti sering kehabisan stok. Antrean panjang kini menjadi pemandangan biasa, terutama di toko-toko yang khusus menjual dessert ini.
Seorang pekerja kantoran berusia 32 tahun bernama Song mengaku belum pernah berhasil membelinya.
“Saya akhirnya mencoba versi lain seperti donat dan pizza kenyal Dubai, tapi rasanya tidak sama. Itu bukan yang asli,” ujarnya.
Variasi Unik: Dari Cookie hingga Gimbab
Seiring popularitasnya meningkat, berbagai variasi unik mulai bermunculan. Salah satunya adalah “Dubai Chewy Gimbab”, inovasi yang menggabungkan gulungan nasi khas Korea dengan isian pistachio dan kadaif, dibalut rumput laut dan marshmallow berlapis cokelat.
Tak hanya toko roti kecil, brand besar juga mulai ikut meramaikan tren ini. Starbucks Korea merilis produk bernama Dubai Chewy Roll, sementara Paris Baguette menghadirkan versi tart mini yang tak kalah diminati.
Menariknya, demam dessert ini bahkan dimanfaatkan oleh Palang Merah Korea sebagai strategi kreatif untuk menarik minat masyarakat mendonor darah, dengan menawarkan camilan tersebut sebagai hadiah.
Harga Ikut Naik karena Bahan Impor
Di balik popularitasnya, tren ini juga membawa dampak ekonomi. Harga bahan utama seperti pistachio mengalami kenaikan tajam akibat tingginya permintaan.
Data bea cukai Korea menunjukkan harga satu ton pistachio impor mencapai sekitar 28 juta won bulan lalu, naik 84 persen dibanding tahun sebelumnya. Volume impor pun melonjak, dengan 372 ton pistachio masuk pada Desember—lebih dari dua kali lipat rata-rata bulanan tahun sebelumnya.
Akibatnya, harga satu Dubai Chewy Cookie kini bisa dijual lebih dari 8.000 won per buah.
“Kue ini memang enak. Saya akan beli lagi, tapi harganya memang agak mahal,” kata Yu, 32 tahun.
Meski demikian, banyak orang tetap rela merogoh kocek lebih dalam demi mengikuti tren.
“Harganya naik, tapi melihat pacar saya senang saat memakannya terasa worth it,” ujar Kim, 37 tahun, yang mengaku sudah membeli kue ini empat kali.
Bukan Sekadar Camilan, Tapi Fenomena Gaya Hidup
Demam Dubai Chewy Cookie di Korea Selatan menunjukkan bagaimana tren kuliner bisa berubah menjadi fenomena budaya pop. Dari media sosial, idol K-pop, hingga brand besar, semuanya berperan mendorong popularitasnya.
Bagi sebagian orang, ini bukan sekadar soal rasa. Dessert ini menjadi simbol mengikuti tren, berbagi momen, dan menikmati hal kecil yang sedang viral.
(Fitri Wulandari/CHY)