NUSA AKSARA - Penjualan kartu Pokémon langka milik Logan Paul kembali menegaskan pergeseran peta industri koleksi global. Kartu Pikachu Illustrator keluaran 1998 itu terjual 16.492.000 dolar AS melalui rumah lelang Goldin, menurut keterangan resmi perusahaan, Senin.
Nilai akhir tersebut mencakup harga ketuk palu sekitar 13,3 juta dolar AS dan premi pembeli sebesar 24 persen. Proses lelang berlangsung selama 41 hari sejak dibuka pada 5 Januari 2026.
Angka itu menempatkan kartu tersebut sebagai salah satu barang koleksi paling bernilai yang pernah ditangani Goldin, sebagaimana terdokumentasi dalam serial King of Collectibles: The Goldin Touch. Dalam tayangan musim ketiga episode kedua, Paul terlihat menyerahkan kartu itu kepada pendiri Goldin, Ken Goldin, untuk dilelang.
Lonjakan harga ini tidak berdiri sendiri. Status PSA 10 atau Gem Mint dari Professional Sports Authenticator menjadi faktor utama yang mendorong valuasi.
Menurut keterangan lembaga tersebut, nilai 10 hanya diberikan untuk kartu dengan kondisi sempurna, mulai dari sudut yang tajam hingga posisi gambar yang simetris. Kartu milik Paul diklaim sebagai satu-satunya Pikachu Illustrator dengan nilai sempurna dari sekitar 40 salinan yang diproduksi pada 1998.
Kartu tersebut awalnya diberikan sebagai hadiah bagi pemenang lomba ilustrasi majalah CoroCoro di Jepang. Desainnya dibuat oleh Atsuko Nishida, ilustrator asli karakter Pikachu.
Perjalanan kepemilikan kartu ini dimulai pada Juni 2021 di Danau Como, Italia. Di sana, Paul membeli kartu Pikachu Illustrator dengan peringkat PSA 9 dari kolektor Matt Allen seharga 1.275.000 dolar AS, sebagaimana tercatat dalam rekor Guinness.
"Saya belum pernah menghabiskan uang sebanyak ini untuk aset fisik," kata Paul saat transaksi tersebut. Pernyataan itu kemudian menjadi bagian dari narasi publik mengenai langkah agresifnya di pasar koleksi.
Tak lama setelah pembelian itu, Paul menjadikan kartu PSA 9 sebagai bagian dari kesepakatan yang lebih besar untuk memperoleh versi PSA 10 dari kolektor Dubsy di Dubai. Ia menyerahkan kartu senilai 1,275 juta dolar AS tersebut dan menambahkan uang tunai empat juta dolar AS, sehingga total transaksi mencapai sekitar 5,27 juta dolar AS.
Paul juga menambahkan wadah khusus berbentuk kalung dengan nilai sekitar 70.000 dolar AS untuk menyimpan kartu tersebut. Langkah itu memperkuat citra kartu sebagai aset bernilai tinggi sekaligus objek eksposur publik.
Harga jual terbaru lebih dari tiga kali lipat dibandingkan nilai yang ia keluarkan pada 2021. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya minat terhadap barang koleksi alternatif, termasuk kartu permainan dan memorabilia budaya pop.
Selama proses lelang, sempat muncul gangguan berupa kabar tawaran pribadi sebesar 10,2 juta dolar AS. Paul menyatakan gambar tawaran tersebut merupakan hasil buatan kecerdasan buatan. "AI-generated," kata Paul menegaskan sumber gambar yang beredar. Goldin menyatakan proses lelang tetap berjalan secara terbuka hingga penutupan.
Pembeli baru kartu berukuran 3,5 x 2,5 inci itu belum diungkapkan identitasnya. Sebagai bagian dari kesepakatan, Paul berencana mengantarkan langsung kartu tersebut kepada pemilik barunya.
Transaksi ini menunjukkan bagaimana validasi kondisi fisik melalui lembaga penilai dan eksposur media dapat membentuk nilai pasar koleksi. Dalam kasus ini, kombinasi kelangkaan, peringkat sempurna, dan profil pemilik sebelumnya berperan besar dalam pembentukan harga akhir.
(CHY)