Wapres Ke-6 RI Try Sutrisno Wafat di RSPAD Jakarta, Ini Jejak Pengabdian dan Kariernya

Wapres Ke-6 RI Try Sutrisno Wafat di RSPAD Jakarta, Ini Jejak Pengabdian dan Kariernya
Foto: Ilustrasi Generate AI

NUSA AKSARA - Kabar duka menyelimuti bangsa Indonesia. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, wafat pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD), Jakarta.

Informasi wafatnya Try Sutrisno beredar melalui pesan berantai yang mengatasnamakan keluarga serta Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Kabar tersebut juga dibenarkan sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Dalam pesan yang beredar disebutkan, jenazah almarhum akan dimandikan di RSPAD sebelum kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.

“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup. Semoga amal ibadah Almarhum diterima di sisi Allah SWT. Kami mohon doa dari Bapak Ibu sekalian agar Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Amin, Amin, Amin YRA,” demikian petikan pesan dari pihak keluarga.

Karier Militer yang Panjang dan Strategis

Try Sutrisno lahir pada 15 November 1935 di Surabaya. Ia menempuh pendidikan militer dan mengawali kariernya di TNI Angkatan Darat. Namanya dikenal luas sebagai perwira yang terlibat dalam berbagai operasi militer penting pada era 1960–1970-an.

Karier militernya terus menanjak. Ia pernah menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam), kemudian dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan TNI. Puncaknya, ia diangkat menjadi Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada periode 1988–1993.

Selama menjabat Panglima ABRI, Try Sutrisno berperan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah dinamika politik dan sosial yang berkembang saat itu.

Menjadi Wakil Presiden RI Periode 1993–1998

Pada 1993, Try Sutrisno terpilih sebagai Wakil Presiden RI mendampingi Presiden Soeharto untuk masa jabatan 1993–1998. Dalam kapasitasnya sebagai wapres, ia aktif mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam bidang pertahanan, keamanan, serta pembinaan ideologi dan kebangsaan.

Sebagai tokoh militer yang kemudian menduduki jabatan sipil tertinggi kedua di Indonesia, Try Sutrisno menjadi salah satu figur penting dalam perjalanan politik nasional menjelang era reformasi.

Dedikasi di Bidang Kebangsaan

Setelah tidak lagi menjabat sebagai wakil presiden, Try Sutrisno tetap aktif dalam berbagai kegiatan kebangsaan. Ia terlibat dalam pembinaan nilai-nilai Pancasila serta sejumlah organisasi sosial dan kemasyarakatan.

Pengabdiannya yang panjang, baik di dunia militer maupun pemerintahan, menjadikan Try Sutrisno sebagai salah satu tokoh nasional yang memiliki rekam jejak penting dalam sejarah Indonesia modern.

Kepergian Try Sutrisno meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan seluruh masyarakat Indonesia.

(CHY/CTA)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index