Jakarta Jadi Tuan Rumah World Engineering Day 2026

Jakarta Jadi Tuan Rumah World Engineering Day 2026
FOTO: Dokumentasi Pemprov DKI

NUSA AKSARA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyambut para delegasi World Engineering Day (WED) 2026 melalui jamuan makan malam di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Selasa (3/3/2016). Dikutip dari siaran pers Pemprov DKI Jakarta, pertemuan tersebut dihadiri insinyur, pembuat kebijakan, serta inovator dari berbagai negara.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kehadiran para delegasi menunjukkan peran penting rekayasa teknik dalam pembangunan berkelanjutan. Ia juga menilai forum ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi global dalam menghadapi tantangan perkotaan.

“Kami bangga menjadi tuan rumah bagi para insinyur, pembuat kebijakan, inovator, dan pemimpin dari seluruh dunia yang berkumpul untuk memperkuat peran rekayasa dalam pembangunan berkelanjutan,” ujar Pramono.

Pramono sendiri memiliki latar belakang pendidikan sebagai Insinyur Pertambangan dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia menyampaikan bahwa pendekatan rekayasa menjadi bagian penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan kota.

Mobilitas Warga Jadi Tantangan Utama

Dalam sambutannya, Pramono menyoroti mobilitas warga sebagai salah satu tantangan besar Jakarta. Aktivitas harian penduduk dan komuter membuat arus pergerakan manusia di ibu kota sangat tinggi.

“Setiap pagi, lebih dari lima juta orang datang ke Jakarta dan kembali ke daerah penyangga pada siang dan sore hari. Sebagian besar masih menggunakan kendaraan pribadi. Inilah tantangan besar Jakarta,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat pengembangan transportasi publik menjadi fokus utama pemerintah daerah. Jakarta saat ini terus memperluas konektivitas transportasi massal untuk mendukung mobilitas warga.

Menurut Pramono, jaringan transportasi publik di Jakarta telah mencapai sekitar 92 persen konektivitas. Namun tingkat penggunaan transportasi umum masih berada di kisaran 25 hingga 26 persen dari total populasi.

“Ini masih menjadi pekerjaan rumah. Kami berharap ke depan terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam bermobilitas sehingga Jakarta dapat berkembang sebagai kota berbasis transportasi publik,” jelasnya.

Ia menilai kontribusi para insinyur dan inovator sangat penting dalam merancang solusi transportasi yang efisien dan berkelanjutan.

Upaya Transformasi Kota Jakarta

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menjelaskan sejumlah langkah transformasi yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Upaya ini mencakup pengembangan kawasan kota serta peningkatan kualitas ruang publik.

Dalam satu tahun terakhir, Pemprov DKI Jakarta melakukan revitalisasi kawasan Blok M dan Kota Tua. Pemerintah juga membangun kawasan pedestrian terintegrasi di Dukuh Atas.

Selain itu, pembongkaran pilar monorel di Rasuna Said dilakukan sebagai bagian dari penataan ulang kawasan tersebut. Penataan trotoar di koridor Rasuna Said juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas ruang bagi pejalan kaki.

Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari strategi untuk menjadikan Jakarta lebih ramah bagi mobilitas publik. Pemerintah juga mendorong pengembangan kota yang terintegrasi dengan transportasi massal.

Kolaborasi Global dan Peran Rekayasa

Pramono menegaskan bahwa Jakarta terbuka terhadap kerja sama global dalam bidang inovasi rekayasa. Kolaborasi dengan berbagai pihak dinilai penting untuk mempercepat transformasi kota.

“Saya berharap forum ini berlangsung produktif dan menginspirasi. Nikmati pengalaman Anda di Jakarta, kota yang dinamis dan beragam. Kami juga berharap kehadiran Anda turut memberikan kontribusi bagi perekonomian Jakarta,” ujarnya.

Forum ini juga menjadi ruang pertukaran gagasan antara insinyur, akademisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara. Diskusi yang berlangsung diharapkan menghasilkan solusi konkret bagi pembangunan kota berkelanjutan.

World Engineering Day dan Agenda Global

World Engineering Day merupakan peringatan global yang ditetapkan UNESCO pada 2019. Momentum ini pertama kali diperingati secara internasional pada tahun 2020.

Peringatan tersebut menyoroti kontribusi para insinyur dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Peran rekayasa teknik dinilai penting dalam menghadapi tantangan global seperti urbanisasi, perubahan iklim, dan pembangunan infrastruktur.

Forum WED 2026 mengusung tema “Smart Engineering for Sustainable Future through Innovation and Digitalization.” Tema ini menekankan pentingnya inovasi dan digitalisasi dalam pembangunan kota modern.

Penunjukan Jakarta sebagai tuan rumah dinilai mencerminkan semakin kuatnya peran Indonesia di tingkat regional dan global. Selain itu, forum ini juga mendukung visi transformasi Jakarta untuk masuk dalam daftar Top 50 Global City di dunia.

Melalui pertemuan ini, Jakarta berupaya memperkuat posisi sebagai kota yang terbuka terhadap inovasi dan kolaborasi internasional. Pemerintah daerah berharap pertukaran pengetahuan dalam forum tersebut dapat mendorong solusi rekayasa yang relevan bagi masa depan kota.

(CHY)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index