Polda Jateng Siapkan Skema Hadapi Dua Puncak Arus Mudik Lebaran 2026

Polda Jateng Siapkan Skema Hadapi Dua Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
Foto: Ilustrasi Generate AI

NUSA AKSARA – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menyatakan kesiapan dalam mengantisipasi potensi dua kali puncak arus mudik pada masa angkutan Lebaran 2026. Berbagai langkah strategis disiapkan guna memastikan kelancaran serta keamanan perjalanan masyarakat menuju kampung halaman.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, di Semarang, Rabu (4/3/2026), mengatakan pergerakan pemudik yang masuk ke wilayah Jawa Tengah diprediksi mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut dia, lonjakan jumlah pemudik diperkirakan naik sekitar 1,4 hingga 2,1 persen dibandingkan arus mudik Lebaran tahun lalu.

“Diprediksi puncak arus mudik tahun ini terjadi dua kali, yakni pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026,” kata Artanto.

Ia menjelaskan, pola dua gelombang puncak mudik tersebut berkaitan dengan kebijakan pemerintah mengenai fleksibilitas waktu kerja, yang memungkinkan masyarakat pulang kampung pada waktu berbeda sehingga tidak terpusat dalam satu periode.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Polda Jawa Tengah menyiapkan sejumlah langkah pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Personel kepolisian akan ditempatkan di berbagai titik strategis, termasuk jalur tol, jalan arteri, serta lokasi yang rawan kemacetan dan kecelakaan.

Selain itu, kepolisian juga menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan terpadu guna memberikan layanan cepat kepada masyarakat selama periode mudik Lebaran.

Artanto menambahkan, rekayasa lalu lintas juga telah disiapkan sebagai langkah antisipatif. Skema tersebut meliputi penerapan sistem satu arah (one way) dan lawan arah (contraflow) yang akan diberlakukan secara situasional sesuai kondisi lalu lintas di lapangan.

Polda Jawa Tengah juga mengimbau masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik agar mempersiapkan diri sejak jauh hari demi kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan.

“Pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan bahan bakar terisi sebelum berangkat. Selain itu, cek juga saldo kartu uang elektronik agar tidak terjadi antrean di gerbang tol,” ujarnya.

(CHY/CTA)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index