United Airlines Larang Audio Tanpa Headphone di Pesawat

United Airlines Larang Audio Tanpa Headphone di Pesawat
FOTO: ilustrasi generate AI.

NUSA AKSARA - United Airlines memperbarui kebijakan penerbangannya dengan memasukkan aturan baru terkait penggunaan perangkat audio di dalam pesawat. Penumpang yang memutar musik atau video tanpa headphone kini berisiko ditolak naik atau bahkan dilarang terbang dengan maskapai tersebut.

Dilansir dari NME, aturan tersebut dimasukkan dalam bagian “Refusal of Transport” pada ketentuan penerbangan United Airlines. Pembaruan ini dilakukan bersamaan dengan perubahan pada kontrak pengangkutan yang diperbarui pada akhir Februari.

Dalam kebijakan baru tersebut, maskapai menyatakan memiliki hak untuk menolak penumpang yang memutar audio melalui speaker perangkat pribadi. Kebijakan ini juga membuka kemungkinan larangan permanen bagi pelanggar.

Maskapai menjelaskan bahwa aturan ini sebenarnya sejalan dengan anjuran yang sudah ada sebelumnya. Dalam pernyataan resminya, United Airlines mengatakan, “We’ve always encouraged customers to use headphones when listening to audio content — and our Wi-Fi rules already remind customers to use headphones.”

Pihak maskapai juga menyebut peningkatan layanan internet di pesawat menjadi salah satu alasan aturan tersebut diperjelas. Mereka menyatakan, “With the expansion of Starlink, it seemed like a good time to make that even clearer by adding it to the contract of carriage.”

Fasilitas Headphone untuk Penumpang

Meski aturan baru diberlakukan, United Airlines menyatakan tetap menyediakan solusi bagi penumpang yang tidak membawa headphone. Penumpang yang lupa membawa perangkat tersebut dapat menggunakan headphone gratis yang disediakan saat naik ke pesawat.

Kebijakan ini dimaksudkan untuk memastikan kenyamanan penumpang lain selama penerbangan. Maskapai menilai penggunaan audio tanpa headphone dapat mengganggu lingkungan kabin.

Perdebatan Soal Audio di Ruang Publik

Penggunaan audio dari ponsel atau perangkat pribadi tanpa headphone di ruang publik menjadi topik yang semakin sering diperdebatkan dalam beberapa tahun terakhir. Perilaku ini bahkan memiliki sebutan tersendiri di beberapa negara, yaitu “headphone dodgers.”

Pada tahun lalu, partai Liberal Democrats di Inggris sempat mengusulkan denda hingga 1.000 pound bagi orang yang memutar musik keras di transportasi umum. Usulan tersebut menjadi sorotan dalam diskusi mengenai perilaku di ruang publik.

Di Inggris sendiri, sejumlah aturan sudah melarang berbagai bentuk perilaku yang dianggap mengganggu di transportasi umum. Pada kereta dan stasiun, penggunaan perangkat yang menghasilkan suara tanpa izin juga termasuk dalam kategori tersebut.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Savanta terhadap 2.000 responden menunjukkan bahwa 38 persen peserta sering menemui orang yang memutar musik keras di transportasi umum. Dari jumlah tersebut, lebih dari setengah responden mengatakan mereka tidak nyaman meminta orang tersebut menurunkan volume suara.

Sejumlah anggota parlemen dari Partai Buruh dan Partai Konservatif disebut mendukung wacana pengetatan aturan terkait kebisingan di ruang publik. Namun, usulan tersebut diperkirakan sulit berkembang tanpa dukungan penuh dari pemerintah Inggris.

Dengan memasukkan aturan audio ke dalam kontrak penerbangan, United Airlines menjadi salah satu maskapai yang secara tegas mengatur penggunaan perangkat suara di kabin. Kebijakan ini menambah daftar aturan yang bertujuan menjaga kenyamanan penumpang selama perjalanan udara.

(CHY)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index