Program Mudik ke Jakarta Dorong Lonjakan Wisata dan Transportasi Publik

Program Mudik ke Jakarta Dorong Lonjakan Wisata dan Transportasi Publik
FOTO: Dokumentasi Pemprov DKI

NUSA AKSARA - Program “Mudik ke Jakarta” yang dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan dampak pada peningkatan mobilitas masyarakat selama Idulfitri 1447 Hijriah. Tren ini terlihat dari naiknya kunjungan wisata dan penggunaan transportasi publik di Ibu Kota.

Dilansir dari siaran pers Pemprov DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut program tersebut berkontribusi terhadap pergerakan ekonomi sekaligus perubahan pola mobilitas masyarakat.

“Program Mudik ke Jakarta tidak hanya mendorong pergerakan ekonomi, tetapi juga meningkatkan penggunaan transportasi publik secara signifikan,” ujar Pramono saat menghadiri halalbihalal di Balai Kota.

Penggunaan MRT dan LRT Meningkat

Peningkatan mobilitas terlihat dari data penggunaan transportasi publik selama periode Lebaran. Jumlah penumpang MRT tercatat mencapai 135.117 orang atau meningkat sekitar 59 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, LRT mencatat 9.987 penumpang dengan kenaikan sekitar 6 persen. Kenaikan ini menunjukkan adanya pergeseran penggunaan moda transportasi ke layanan publik selama periode libur.

Kunjungan Wisata Ikut Naik

Selain transportasi, peningkatan juga terjadi di sektor pariwisata. Beberapa destinasi utama di Jakarta mencatat lonjakan pengunjung selama masa libur Idulfitri.

Kawasan Monas mencatat 126.790 pengunjung, sementara Kebun Binatang Ragunan mencapai 222.991 pengunjung. Kawasan Ancol juga mencatat sekitar 155.000 pengunjung dalam periode yang sama.

“Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi untuk menikmati Jakarta sebagai destinasi wisata sekaligus kota aktivitas,” kata Pramono.

Dampak Ekonomi dan Kolaborasi Daerah

Pramono menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan program “Mudik ke Jakarta”. Program ini melibatkan sektor transportasi, pariwisata, hingga perhotelan.

“Sampai sebelum Lebaran, nilai transaksi program ini mencapai sekitar Rp21 triliun. Kami berharap hingga 31 Maret dapat melampaui Rp25 triliun,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah daerah ikut berpartisipasi melalui promosi, dengan capaian transaksi dari beberapa kota.

Semarang mencatat sekitar Rp8 miliar, sementara Surabaya mencapai sekitar Rp6,2 miliar dalam program tersebut.

Layanan Publik Tetap Berjalan

Pemprov DKI Jakarta memastikan peningkatan mobilitas tetap diimbangi dengan pelayanan publik yang berjalan normal selama periode mudik hingga Lebaran.

“Selama periode mudik hingga Lebaran, pelayanan publik berjalan baik dan tidak ada keluhan signifikan dari masyarakat,” tutur Pramono.

Dalam masa transisi pascalibur, Pemprov DKI Jakarta tetap menerapkan kebijakan fleksibilitas kerja dengan skema work from office dan work from anywhere.

“Pengaturan ini bertujuan menjaga keberlanjutan layanan publik agar tetap berjalan baik. Kami memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu meski ada fleksibilitas kerja,” tuturnya.

Jakarta Terbuka dengan Syarat Kesiapan

Pramono menegaskan Jakarta tetap terbuka bagi masyarakat yang ingin datang dan beraktivitas, namun perlu diimbangi dengan kesiapan masing-masing individu.

“Jakarta terbuka bagi siapa saja, tetapi harus diimbangi kesiapan dan kapasitas untuk bekerja. Kami ingin setiap orang yang datang dapat berkontribusi positif,” pungkasnya.

Program ini menunjukkan keterkaitan antara mobilitas, pariwisata, dan ekonomi dalam satu rangkaian kebijakan selama periode Idulfitri di Jakarta. 

(CHY)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index