Malaysia Coret Wan Kuzain dari Skuad ASEAN Cup 2026, Prioritaskan Karier di AS

Malaysia Coret Wan Kuzain dari Skuad ASEAN Cup 2026, Prioritaskan Karier di AS
Ilustrasi. Foto: Generate AI

NUSAAKSARA.COM — Absennya Wan Kuzain Wan Kamal dari turnamen September-Oktober mendatang murni keputusan taktis. Pelatih interim Tan Cheng Hoe memilih memusatkan energi pemain berusia 28 tahun itu pada kompetisi USL Championship di Amerika Serikat.

Alasan Taktis di Balik Pencoretan Pemain Diaspora

Cheng Hoe menilai kedalaman lini tengah Malaysia sudah memadai. Dengan banyaknya opsi gelandang lokal, pemanggilan pemain abroad dianggap kurang efisien secara taktis maupun psikologis.

"Wan Kuzain memang memiliki kemampuan dan saya akui dia pemain yang bagus," ujar Cheng Hoe dikutip dari Berita Harian.

Pelatih periode 2018-2022 ini khawatir distraksi internasional akan mengganggu ritme permainan Wan Kuzain di liga kedua Amerika Serikat. Ia ingin sang pemain menjaga konsistensi performa klub tanpa beban tambahan.

"Tetapi saat ini kita memiliki banyak pemain di posisi gelandang. Jadi saya mau dia fokus sepenuhnya bermain di Amerika Serikat dan mencoba untuk meningkatkan permainan yang sudah ada," lanjutnya.

Peluang Kembali ke Kancah Internasional

Pintu timnas belum terkunci rapat bagi Wan Kuzain. Cheng Hoe memberikan sinyal positif bahwa masa depan karier internasional masih terbuka jika ia menunjukkan perkembangan signifikan bersama Sporting JAX.

"Dia perlu terus bekerja keras dan meningkatkan permainannya. Saya percaya dia bisa menjadi salah satu pemain terbaik di Malaysia. Jadi saat ini biarkan dia fokus pada klub dan terus meningkatkan performanya," jelas mantan asisten Peter Withe tersebut.

Wan Kuzain tercatat empat kali membela panji-panji Malaysia dengan torehan satu gol. Seluruh kontribusi tersebut terjadi dalam ajang Piala AFF sebelumnya, menjadikannya wajah baru yang pernah mencuri perhatian di level regional.

Tantangan Grup Maut Bagi Harimau Malaya

FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi ujian berat bagi Malaysia tanpa beberapa pilar kunci. Jadwal padat 24 September hingga 5 Oktober menuntut rotasi cerdas dari tim pelatih.

Malaysia berada di grup neraka bersama Indonesia, Singapura, dan Bangladesh. Pertemuan dengan rival serumpun selalu menyedot atensi tinggi mengingat sejarah panjang persaingan sepak bola Asia Tenggara.

Keputusan strategis ini kini dipantau ketat pengamat regional. Apakah absennya Wan Kuzain berdampak pada kedalaman lini tengah, atau justru memunculkan talenta lokal baru yang siap bersinar?

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index