NUSAAKSARA.COM — Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,38% atau 67 poin ke level Rp17.763 per dolar AS pada Kamis (17/9), setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,0%. Kenaikan pertama dalam tiga tahun itu memicu lonjakan indeks dolar AS dan gelombang koreksi di hampir seluruh mata uang Asia. Analis memperkirakan rupiah masih tertekan sepanjang hari ini dengan rentang Rp17.650–Rp17.800.
Data analisis Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB menunjukkan mata uang Garuda melemah 67 poin ke Rp17.763 per dolar AS. Pelemahan terjadi bersamaan dengan koreksi yang melanda mayoritas mata uang kawasan Asia.
Ringgit hingga Won Ikut Tertekan, Yen Justru Menguat
Tekanan di Asia cukup merata. Ringgit Malaysia tertekan paling dalam 0,57%, disusul won Korea Selatan 0,53%, dolar Taiwan 0,30%, baht Thailand 0,16%, peso Filipina 0,14%, dan yuan China 0,04%.
Dua mata uang justru bergerak berlawanan. Yen Jepang menguat 0,04% terhadap dolar AS, sementara dolar Singapura naik tipis 0,01%. Rupee India dan dolar Hong Kong cenderung stagnan.
Keputusan Bulat The Fed dan Sinyal Kenaikan Lanjutan
The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada kisaran target 3,75% dan 4,0%. Langkah ini menandai kenaikan pertama sejak Juli 2023, diambil melalui keputusan bulat dengan Ketua The Fed Kevin Warsh menekankan inflasi yang terus berlanjut.
Ringkasan Proyeksi Ekonomi terbaru memprediksi median suku bunga federal funds sebesar 4,1% pada akhir 2026. Angka itu mengisyaratkan setidaknya satu kali kenaikan lagi pada tahun ini.
Pernyataan Hawkish Warsh Dorong Indeks Dolar
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah melanjutkan tren pelemahan terhadap greenback sepanjang hari ini. Menurutnya, tekanan hebat dipicu keputusan The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin ditambah sinyal tegas dari otoritas moneter AS.
"Pernyataan hawkish dari Ketua The Fed Warsh mendorong lonjakan indeks dolar AS serta meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut pada akhir tahun," ujar Lukman, Kamis (17/9/2026).
Rentang Gerak Rupiah Hari Ini
Lukman memproyeksikan rupiah bergerak pada rentang kisaran Rp17.650–Rp17.800 per dolar AS hari ini. Proyeksi itu memberi ruang pelemahan lanjutan maupun potensi koreksi teknikal dalam sesi perdagangan.
Sentimen Domestik Positif, tapi BI dalam Tekanan
Dari dalam negeri, Lukman menambahkan tidak ada rilis data ekonomi penting sehingga sentimen domestik sebenarnya masih positif. Namun, keputusan FOMC semalam membuat Bank Indonesia berada dalam tekanan untuk ikut menaikkan suku bunga acuan.
Bagi investor, dinamika ini menjadi faktor yang perlu dicermati dalam mengelola portofolio valas dan obligasi. Selisih suku bunga acuan AS dan BI menjadi penentu utama arah arus modal asing ke pasar domestik dalam beberapa pekan ke depan.