Wamenekraf Irene: Ekonomi Kreatif Jadi Tambang Baru Indonesia

Wamenekraf Irene: Ekonomi Kreatif Jadi Tambang Baru Indonesia
Ilustrasi. Foto: Generate AI

NUSAAKSARA.COM — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan ekonomi kreatif berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia, setara sektor tambang. Pemerintah menyiapkan Rencana Induk Ekonomi Kreatif dengan 21 subsektor sebagai fondasi pengembangan.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menyebut ekonomi kreatif sebagai tambang baru Indonesia. Pernyataan itu disampaikan dalam sesi Creative Biztalk pada gelaran Petranesian Business and Education Fair di Surabaya.

Menurut Irene, Indonesia menyimpan banyak kekayaan intelektual dan paten yang potensinya ditunggu pasar dunia. Pemerintah berupaya membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku kreatif untuk memamerkan karya dan mempertemukan mereka dengan pasar yang sesuai.

Kreativitas Perlu Etika dan Moral

Irene menekankan kreativitas tidak cukup hanya menghasilkan karya bernilai estetika. Proses kreatif perlu berlandaskan etika dan moral agar karya yang dihasilkan sesuai karakter serta nilai kemanusiaan.

"Ekonomi kreatif ini diharapkan menjadi tambang baru Indonesia. Indonesia juga memiliki banyak kekayaan intelektual dan paten yang potensinya ditunggu oleh dunia," ujar Irene, dikutip dari ANTARA.

Kebebasan bereksplorasi tetap dibutuhkan dalam pengembangan gagasan kreatif. Namun, kebebasan itu harus dibatasi etika dan moral.

"Menjadi kreatif adalah ketika kita memberikan diri kita kebebasan untuk melakukan apa pun tanpa terlalu memikirkan batasan. Namun, batasannya adalah etika dan moral," katanya.

Nilai Tambah Jadi Kunci

Kreativitas perlu diarahkan untuk menghasilkan nilai tambah, baik secara ekonomi maupun sosial. Karya kreatif tidak hanya dinilai dari sisi estetika, tetapi juga manfaat yang diberikan kepada orang lain.

Kementerian Ekonomi Kreatif memfokuskan upaya pada pengembangan dan pemasaran kekayaan intelektual nasional. Pemerintah berupaya menjodohkan pelaku kreatif dengan pasar yang tepat.

"Fokus kami adalah memasarkan, membuka sebanyak-banyaknya ruang dan tempat bagi orang untuk memamerkan karyanya. Kita berusaha menjodohkan pelaku kreatif dengan pasar," ujarnya.

Rindekraf 21 Subsektor Jadi Fondasi

Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) yang mencakup 21 subsektor menjadi fondasi strategis untuk mengoptimalkan potensi kreativitas dan kekayaan intelektual Indonesia. Penguatan proses kreatif, nilai tambah, dan akses pasar diharapkan membawa karya ekonomi kreatif Indonesia menembus pasar global.

Langkah ini sekaligus memperluas kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Bagi pelaku kreatif di daerah, kebijakan ini membuka peluang lebih besar untuk menjangkau pasar yang selama ini sulit diakses.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index