Prabowo Apresiasi Emas Dramatis Bulu Tangkis Beregu Putra di Asian Games 2026

Prabowo Apresiasi Emas Dramatis Bulu Tangkis Beregu Putra di Asian Games 2026
Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia meraih medali emas Asian Games 2026 setelah mengalahkan China 3-2.

NUSAAKSARA.COM — Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia mempersembahkan medali emas Asian Games 2026 setelah menaklukkan China 3-2 dalam laga yang berlangsung dramatis. Presiden Prabowo Subianto langsung menyampaikan apresiasi melalui sambungan video call kepada para atlet dan pelatih tak lama setelah pertandingan usai. Kemenangan itu menjadi emas pertama bagi kontingen Merah Putih di ajang yang masih bergulir hingga 4 Oktober 2026.

Laga final berjalan ketat. Indonesia menutup pertandingan dengan skor 3-2 atas China, hasil yang disebut Prabowo sebagai medali emas pertama bagi kontingen Indonesia di ajang tersebut.

Pesan Prabowo ke Atlet dan Pelatih

Dalam sambungan video call itu, Prabowo menyampaikan terima kasih atas jerih payah para pemain. Ia juga memberikan motivasi agar semangat bertanding tetap terjaga pada pertandingan berikutnya.

"Terima kasih saudara-saudara sekalian, terima kasih jerih payah saudara-saudara. Kalian berhasil meraih medali emas pertama," ujar Presiden Prabowo.

Ia menambahkan pesan singkat kepada para atlet. "Selamat ya, terima kasih sekali lagi. Berjuang terus ya," lanjutnya.

Posisi Indonesia di Klasemen Sementara

Kemenangan atas China itu menjadi dorongan moral bagi cabang olahraga lain yang masih bertanding. Kontingen Indonesia masih akan melanjutkan perjuangan hingga 4 Oktober 2026.

Berdasarkan catatan sementara, Indonesia telah mengoleksi satu medali emas, empat perak, dan 15 perunggu. Perolehan itu menempatkan Merah Putih di posisi ke-16 klasemen sementara perolehan medali Asian Games 2026.

Tambahan Emas Jadi Target Berikutnya

Prabowo berharap capaian ini diikuti cabang lain. Target tambahan medali emas bagi Indonesia disebut masih terbuka sepanjang sisa pertandingan.

Bagi tim beregu putra, hasil ini menutup perjalanan mereka di nomor beregu. Fokus kontingen kini beralih ke nomor perorangan dan cabang lain yang belum menyelesaikan pertandingan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index