NUSAAKSARA.COM — Presiden Prabowo Subianto melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Pratikno didapuk sebagai ketua, didampingi Hatta Rajasa sebagai wakil ketua dan Muhammad Qodari sebagai sekretaris.
Posisi wakil ketua dijabat Hatta Rajasa, sementara Muhammad Qodari, mantan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, mengemban tugas sebagai sekretaris. Pelantikan ini menandai terbentuknya struktur lengkap Wantimpres di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran.
Susunan Pimpinan dan Latar Belakang Anggota
Pratikno bukan nama baru di lingkaran istana. Ia pernah menjabat Menteri Sekretaris Negara dan Menko PMK sebelum dipanggil kembali untuk memimpin Wantimpres. Hatta Rajasa memiliki rekam jejak panjang sebagai Menko Perekonomian pada 2019–2024 dan politikus Partai Amanat Nasional.
Menurut Pratikno, anggota Wantimpres yang dilantik merupakan tokoh nasional dari berbagai bidang, agama, dan profesi. Mereka dinilai telah berpengalaman dan membaktikan diri kepada Indonesia.
"Kami Dewan Pertimbangan Presiden, ketua, wakil ketua, kemudian sekretaris dan para anggota baru saja dilantik oleh Bapak Presiden. Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden atas kepercayaan kepada kami," kata Pratikno dalam keterangan pers.
Ia menyebut posisi ini sebagai kesempatan luar biasa untuk berbagi pengalaman dan menyampaikan pertimbangan kepada kepala negara. Dengan kekayaan pengetahuan para anggota, Pratikno yakin Wantimpres dapat menjalankan mandat undang-undang secara maksimal.
Tugas Khusus: Satu Penerima Manfaat, Presiden
Pratikno menegaskan tugas Wantimpres bersifat khusus dengan satu penerima manfaat, yaitu Presiden. Seluruh masukan dan pertimbangan diarahkan langsung kepada Prabowo.
"Jadi tugas kami memang khusus dengan satu beneficiary ya, yaitu Bapak Presiden. Jadi kami tugasnya adalah memberikan masukan, pertimbangan kepada Bapak Presiden," ujarnya.
Ia memastikan akan memfasilitasi seluruh anggota agar dapat memberikan saran dan pertimbangan secara maksimal kepada Prabowo dan Gibran. Menurutnya, kekayaan pengetahuan dari berbagai latar belakang anggota menjadi modal utama lembaga ini.
Hatta Rajasa: Nasihat ke Presiden Dilarang Diungkap
Hatta Rajasa mengaku bersyukur atas amanah sebagai wakil ketua. Ia berkomitmen mengabdikan diri kepada bangsa dan negara dengan memberikan masukan terbaik sesuai ketentuan undang-undang.
"Dan memberikan masukan-masukan terbaik, saran-saran terbaik, dan tentu juga sebagaimana disampaikan undang-undang, nasihat terbaik kepada Bapak Presiden," ujar Hatta.
Politikus PAN itu menekankan tugas Wantimpres adalah menyukseskan pemerintahan Prabowo melalui masukan berkualitas dari berbagai aspek pengetahuan. Namun ia mengingatkan publik agar tidak menanyakan isi nasihat yang disampaikan kepada Presiden.
"Namun, kawan-kawan jangan pernah bertanya nasihat apa yang diberikan kepada Presiden. Karena berdasarkan undang-undang kami dilarang untuk menyampaikan itu. Jadi kami tentu akan silence, apapun yang kami sampaikan kepada Bapak Presiden," kata Hatta.
Peran Sekretaris dan Optimalisasi Organisasi
Muhammad Qodari menjelaskan tugas sekretaris Wantimpres adalah mendukung agar organisasi berjalan optimal. Ia menempatkan posisinya sebagai penopang kerja ketua dan wakil ketua.
"Dan tentunya mendukung bapak ketua dan wakil ketua. Cukup, terima kasih," ujar Qodari singkat.
Dengan struktur pimpinan yang lengkap, Wantimpres diharapkan segera menjalankan fungsi pertimbangan strategis bagi Presiden. Seluruh anggota yang dilantik berasal dari lintas bidang, agama, dan profesi, mencerminkan komposisi yang beragam dalam memberikan masukan kepada pemerintah.