Kemhan Jelaskan Tugas Dua Wamen Pertahanan Baru di Bawah Sjafrie

Kemhan Jelaskan Tugas Dua Wamen Pertahanan Baru di Bawah Sjafrie
Kementerian Pertahanan menetapkan pembagian tugas dua Wakil Menteri Pertahanan baru di bawah Menteri Sjafrie Sjamsoeddin.

NUSAAKSARA.COM — Kementerian Pertahanan menetapkan pembagian tugas dua Wakil Menteri Pertahanan yang baru, masing-masing mengurus strategi-doktrin dan logistik-industri pertahanan. Keduanya bekerja langsung di bawah kendali Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk mencegah tumpang tindih kewenangan. Penunjukan ini menandai penambahan posisi wakil menteri di kementerian yang menangani anggaran pertahanan terbesar dalam sejarah.

Kepala Biro Humas dan Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait memastikan dua jabatan Wakil Menteri Pertahanan yang baru diisi tidak akan tumpang tindih. Keduanya berada di bawah kendali langsung Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon ditunjuk sebagai Wamenhan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan. Marsekal TNI Yusuf Jauhari mengisi posisi Wamen Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi.

Tugas Wamen Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan

Richard mendapat mandat di bidang pembinaan doktrin militer, perancangan arah kebijakan strategi pertahanan nasional, serta perencanaan pembangunan kekuatan TNI jangka panjang. Rico menyebut tugas itu menentukan arah kebijakan Kemhan dan TNI terkait kekuatan pertahanan masa depan.

Pengalaman Richard sebagai prajurit infanteri atau pasukan tempur AD dinilai relevan dengan posisinya. Latar belakang itu membuatnya dianggap memahami strategi tempur dan penguatan pertahanan.

Fokus Wamen Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi

Yusuf bertanggung jawab atas modernisasi alutsista, penguatan ekosistem kemandirian industri pertahanan dalam negeri, alih teknologi, serta pengelolaan rantai pasok logistik pertahanan. Posisi ini bersinggungan langsung dengan program pengadaan dan pemeliharaan peralatan militer.

Sebelumnya, Yusuf menjabat Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kemhan saat masih berpangkat bintang tiga. Pengalaman itu dinilai menjadi modal kuat untuk mengelola logistik pertahanan.

"Sementara itu, Wamenhan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi, yang berfokus pada modernisasi alutsista, penguatan ekosistem kemandirian industri pertahanan dalam negeri, alih teknologi serta pengelolaan rantai pasok logistik pertahanan," kata Rico kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (16/10).

Mengapa Dua Jabatan Ini Disebut Krusial

Rico menilai dua jabatan itu sangat krusial dalam membantu kinerja Sjafrie Sjamsoeddin. Bidang strategi menyangkut perencanaan kekuatan jangka panjang, sementara bidang logistik menyentuh kebutuhan operasional dan industri pertahanan sehari-hari.

Pembagian wilayah kerja yang jelas diharapkan mempercepat penyelenggaraan pertahanan negara. Pengawasan langsung menteri menjadi mekanisme agar kedua wamen saling melengkapi, bukan bersaing.

"Kedua jabatan Wamenhan dipastikan dapat saling melengkapi, bersinergi, dan memperkuat akselerasi penyelenggaraan pertahanan negara yang tangguh," ucap Rico.

Sinergi dan Pengawasan Langsung Menhan

Penunjukan Richard dan Yusuf melengkapi struktur pimpinan Kemhan di tengah tuntutan modernisasi alutsista dan penguatan industri pertahanan dalam negeri. Keduanya akan bekerja di bawah kendali langsung Sjafrie.

Dengan pengawasan langsung tersebut, Kemhan memastikan tidak ada duplikasi tugas antara kedua wamen. Sinergi lintas bidang menjadi kunci percepatan program pertahanan yang tengah berjalan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index