Satgas Jambi Kerahkan Helikopter TNI-AD, 70 Personel Diterjunkan ke TN Berbak

Satgas Jambi Kerahkan Helikopter TNI-AD, 70 Personel Diterjunkan ke TN Berbak
Helikopter MI-17 milik TNI-AD mengangkut personel gabungan menuju kawasan Taman Nasional Berbak, Jambi.

NUSAAKSARA.COM — Satgas Karhutla Provinsi Jambi menerjunkan 70 personel gabungan ke kawasan Taman Nasional Berbak dan Tahura Orang Kayo Hitam menggunakan helikopter MI-17 milik TNI-AD. Langkah itu diambil karena titik api berada di area yang tidak bisa dijangkau lewat jalur darat. Personel dibekali perbekalan untuk tujuh hari operasi lapangan.

Dansatgas Karhutla Jambi Al Haris menyatakan pemadaman darat tidak lagi memadai untuk menjangkau titik api di dalam kawasan konservasi. Pengiriman personel melalui udara diputuskan agar penanganan bisa segera dilakukan sebelum api menyebar lebih luas.

"Perlu segera mengambil langkah-langkah pemadaman, tim tidak bisa menjangkau lewat darat, hari ini tim menuju ke lokasi lewat udara," kata Al Haris di Jambi, Minggu (18/10/2026).

Empat Titik Pendaratan Personel Gabungan

Pasukan gabungan terdiri atas 50 personel TNI, 20 personel Polri, serta dukungan BPBD dan Basarnas. Mereka akan ditempatkan di empat titik yang tersebar di dua kabupaten.

Titik pertama berada di Tahura Orang Kayo Hitam, wilayah Desa Sungai Aur, Kabupaten Muaro Jambi, yang berbatasan dengan Tanjung Jabung Timur. Tiga titik lainnya difokuskan di TN Berbak, yakni Desa Sungai Rambut, Desa Rantau Rasau, dan Labuhan Pering di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Selain personel, satgas membawa mesin pemadam, selang air, tenda, dan perlengkapan lapangan lain. Pasi Ops Korem 042/Gapu Mayor Inf M. Tony Wijay menyebut pendaratan perdana diprioritaskan ke Labuhan Pering dan Sungai Cemara jika cuaca mendukung, sebelum berlanjut ke Sungai Rambut.

Api Menjalar di Bawah Permukaan Tanah

Kebakaran di kawasan tersebut telah berlangsung beberapa minggu. Api masih menjalar di bawah permukaan tanah sehingga sulit dipadamkan dengan cara konvensional.

Pergerakan angin yang cepat turut membuat sebaran titik api berubah di lapangan. Karena itu, personel dibekali perbekalan selama sepekan agar operasi tidak terputus di tengah jalan.

"Titik api itu tidak terjangkau oleh personel, kenapa? Kita terjunkanlah mereka melalui udara, dan mereka akan kita bekali selama tujuh hari," kata Tony.

Satgas juga berencana memaksimalkan dua kali penerbangan pada hari yang sama. Jika terkendala, penerbangan lanjutan disiapkan untuk keesokan harinya.

Delapan Posko dan Hampir 4.000 Personel Siaga

Meski kondisi karhutla di Jambi dinilai relatif terkendali, Al Haris meminta seluruh pihak tidak lengah menghadapi musim kemarau. Kesiapsiagaan dioptimalkan melalui delapan posko penanganan dengan dukungan total hampir 4.000 personel.

"Sumber asapnya cukup luar biasa. Taman Nasional kita luas dan di dalamnya banyak flora fauna yang terancam, sehingga perlu segera kita selamatkan," kata Al Haris.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Widodo menekankan sinergi antarsatuan di lapangan. Ia juga mengimbau pelibatan masyarakat sekitar secara terukur dalam upaya pemadaman.

"Kita harus kompak karena ini tanggung jawab bersama, apabila ada masyarakat di sekitar lokasi, ajak mereka untuk ikut berperan dalam upaya mengatasi kebakaran," kata Widodo.

Dengan perbekalan tujuh hari dan dua kali penerbangan harian, satgas berharap kondisi titik api berubah sebelum masa operasi berakhir. Sebaran api yang terus bergeser akibat angin menjadi penentu utama keberhasilan pengiriman pasukan lewat udara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index