Model Sahara Ray Meninggal di Usia 34

Model Sahara Ray Meninggal di Usia 34
Model dan perancang busana renang Sahara Ray meninggal dunia di usia 34 tahun.

NUSAAKSARA.COM — Model dan perancang busana renang Sahara Ray meninggal dunia di usia 34 tahun, belum lama ini. Kabar duka itu dikonfirmasi pihak keluarga, tapi penyebab pasti kematiannya masih jadi tanda tanya.

Sahara Ray meninggal di rumah sakit dengan keluarga di sisinya. Perempuan kelahiran Melbourne itu baru saja punya anak pertama awal tahun ini, jadi kabar kepergiannya terasa begitu mendadak.

Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh perwakilan keluarga kepada TMZ. Mereka menyebut Sahara sangat dicintai oleh orang-orang terdekatnya.

"Dia meninggal tadi malam di rumah sakit, dikelilingi oleh keluarganya. Dia sangat dicintai," ujar perwakilan keluarga.

Siapa Sahara Ray

Nama Sahara bukan hal asing di dunia modeling. Ia putri peselancar ternama Australia, Tony Ray, dan membangun karier sendiri sebagai model sekaligus pendiri merek pakaian renang.

Sebagian besar hidupnya dihabiskan di wilayah pesisir Amerika Serikat dan Australia. Sahara juga sempat jadi sorotan media hiburan karena hubungan singkatnya dengan Justin Bieber, termasuk momen saat keduanya tertangkap kamera paparazi di Hawaii. Pada 2015, ia sempat dikabarkan dekat dengan penyanyi Australia Cody Simpson.

Spekulasi Penyebab Kematian

Hingga kini keluarga belum mengungkap penyebab resmi kematian Sahara. Daily Mail melaporkan versi lain: Sahara diduga mengalami overdosis obat pada Jumat malam di Los Angeles dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Laporan itu menyebut kondisi Sahara memburuk dengan cepat. Keluarga dikabarkan dihadapkan pada keputusan berat soal alat penunjang hidupnya. Sampai sekarang, belum ada konfirmasi resmi yang menutup spekulasi tersebut.

Perjuangan Melawan Penyakit Langka

Dua tahun sebelum kepergiannya, Sahara pernah terbuka soal kondisi kesehatannya. Pada 2024, ia bercerita tentang perjuangannya melawan sindrom Guillain-Barre, gangguan ketika sistem kekebalan tubuh menyerang saraf sendiri.

Kondisi itu membuatnya lumpuh dari bagian paha atas hingga kaki. Sahara harus bergantung pada kursi roda atau alat bantu jalan untuk beraktivitas.

Pemicunya sebuah kecelakaan: ia ditabrak pengemudi mabuk di tahun yang sama. Tubuhnya syok, lalu mati rasa di kaki menjalar ke seluruh tungkai bawah.

"Kejadian itu membuat tubuhku mengalami syok, yang kemudian memicu penyakit yang sangat parah ini," katanya.

Sahara mengaku sakit berat selama satu setengah hingga dua minggu. Ia hampir tidak makan karena selalu dimuntahkan kembali, dan tubuhnya melemah drastis.

Kabar baiknya, kondisi kakinya sempat membaik. Video-video yang ia unggah beberapa bulan sebelum meninggal menunjukkan Sahara sudah bisa berjalan tanpa bantuan.

Yang Perlu Diketahui soal Guillain-Barre

Sindrom Guillain-Barre menyerang saraf dan bisa memicu kelumpuhan progresif. Gejalanya sering dimulai dari mati rasa atau kelemahan di kaki, persis yang dialami Sahara setelah kecelakaan.

Pemulihan tiap pasien berbeda-beda. Sebagian bisa kembali berjalan normal, sebagian lain butuh waktu panjang dengan fisioterapi.

Kisah Sahara jadi pengingat bahwa kondisi autoimun langka bisa muncul setelah trauma fisik berat. Kalau kamu atau orang terdekat mengalami mati rasa mendadak setelah kecelakaan, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Kepergian Sahara Ray meninggalkan duka mendalam, terutama karena ia baru saja memulai babak baru sebagai ibu. Sampai saat ini, keluarga masih meminta ruang untuk berduka sambil menunggu hasil pemeriksaan resmi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index