NUSAAKSARA.COM — Penutupan sekitar 1.000 titik tambang timah ilegal di Bangka Belitung mendongkrak kinerja PT Timah Tbk hingga sembilan kali lipat pada semester I 2026. Penertiban yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu juga memutus aliran pasokan timah colongan ke industri luar negeri, yang selama puluhan tahun menikmati bahan baku murah dari Indonesia.
Mantan Menteri Keuangan periode 1998 Fuad Bawazier menyebut industri asing selama ini sadar menampung timah hasil penambangan ilegal dari Indonesia. Menurutnya, penertiban masif yang berjalan sekarang langsung menghentikan aliran barang colongan tersebut ke pasar global.
"Pertama, luar negeri mulai pada kelihatannya perusahaannya mulai kesepian bahan bakunya, mulai habis barang colongan," ujar Fuad dalam Podcast Cuap Cuap Cuan CNBC Indonesia, dikutip Kamis (22/10/2026).
Asing Nikmati Lemahnya Pengawasan
Fuad memaparkan bahwa pihak asing menikmati keuntungan dari lemahnya tata kelola dan penegakan hukum sektor timah nasional. Pasokan timah dari penambangan tanpa izin mudah diserap industri luar negeri untuk memenuhi kebutuhan produksi mereka.
"Luar negerinya makmur kan? Negeri lain itu menerima barang colongan juga, dia tahu itu barang colongan dari Indonesia. Siapa yang bilang enggak tahu? Mereka itu menjaga hukum negerinya, tapi kalau ini ada barang penyelundupan masuk, masuk, masuk! Terus begitu, bongkar," katanya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa persoalan timah ilegal bukan sekadar masalah penegakan hukum di dalam negeri. Rantai pasok global ikut menanggung akibatnya, dan penertiban di hulu langsung terasa di hilir.
Keuntungan PT Timah Melonjak 900%
Presiden Prabowo Subianto membeberkan hasil penertiban pertambangan ilegal khususnya komoditas timah. PT Timah Tbk mencatatkan lonjakan keuntungan hingga 900% atau sembilan kali lipat pada semester pertama 2026 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Catatan itu disampaikan Prabowo dalam dialog bersama jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026), yang disiarkan CNBC Indonesia pada Rabu (16/9/2026).
"Penyelundupan, sekian puluh tahun penyelundupan timah dari Bangka berjalan. Tapi dengan kebijakan kita, kita tutup penyelundupan, kita hentikan berapa ratus tambang ilegal di Bangka, PT Timah sekarang untung! Untungnya Anda mungkin enggak percaya, PT Timah itu keuntungannya sembilan kali! 900%!" kata Prabowo, dikutip Kamis (17/9/2026).
Selain laba, nilai kapitalisasi pasar aset perusahaan ikut naik hingga 280%. Penjualan perseroan juga meningkat, dan potensi ekonomi timah nasional kini masuk ke kas negara alih-alih dinikmati jaringan pasar gelap internasional.
Bukan Sekadar Angka di Neraca
Pemulihan kinerja PT Timah dibaca sebagai bukti bahwa perbaikan tata kelola dan kepemimpinan yang bersih mampu membalik kondisi BUMN dari rugi menjadi untung dalam waktu singkat. Prabowo menilai hasil itu bahkan di luar harapannya.
"Kenapa? Karena direksi dan kita semua, kita tidak mau pat-guli-pat, kita tidak mau mencuri dari negara! Ini intinya itu. Jadi ini pun di luar harapan saya, gitu loh. Jadi saya optimistis," tegasnya.
Fuad menambahkan bahwa penertiban sekitar 1.000 titik tambang ilegal di Bangka Belitung bukan pekerjaan mudah. Dampaknya terasa pada aset perusahaan yang nilainya naik, penjualan yang melonjak, hingga laba yang berlipat.
"Setelah ditertibkan luar biasa ya, itu nertibinnya dipikir gampang? Maknamya alhamdulillah ya kan? Asetnya nilainya jadi kapitalisasi naik semuanya, penjualannya naik, semuanya mungkin bisa 9 kali 10 kali lipat," tandasnya.
Pemerintah melanjutkan penertiban ribuan tambang ilegal lain di luar timah serta membenahi struktur BUMN untuk mencegah kebocoran anggaran. Bagi negara, langkah ini menjaga agar nilai sumber daya alam tidak lagi bocor ke pasar gelap, sementara bagi pasar global, era pasokan timah colongan murah dari Bangka tampaknya mulai berakhir.