Indonesia-China Teken MoU PLTS 90 MWp untuk Kawasan Industri Sulawesi Tengah

Indonesia-China Teken MoU PLTS 90 MWp untuk Kawasan Industri Sulawesi Tengah
Penandatanganan MoU pembangunan PLTS 90 MWp di Jakarta Selatan, 19 Oktober 2026.

NUSAAKSARA.COM — Dua nota kesepahaman diteken di Jakarta Selatan pada 19 Oktober 2026 untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 90 megawatt-peak di kawasan industri Sulawesi Tengah. Proyek itu dilengkapi sistem penyimpanan energi baterai 40 megawatt-hour dan melibatkan PT Daya Bumi Energi Indonesia dengan GEM Co., Ltd. asal China. Nilai investasi khusus pembangkit, jadwal konstruksi, maupun target operasional belum tercantum dalam kesepakatan.

Penandatanganan berlangsung antara Dayabumi Energi dan International Green Industrial Park (IGIP), serta antara Dayabumi Energi dan PT QMB New Energy Materials Indonesia. Laporan Xinhua yang dikutip Kamis (22/10/2026) menyebut kerja sama ini sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan listrik kawasan industri sekaligus mendorong transformasi menuju industri rendah karbon.

Apa Isi Kesepakatan Dayabumi Energi dan GEM

GEM Co., Ltd. menaungi dua entitas yang meneken MoU dengan Dayabumi Energi. IGIP merupakan kawasan industri yang pengembangannya dipimpin GEM, sementara PT QMB New Energy Materials Indonesia sudah beroperasi sekitar empat tahun di Indonesia.

PLTS 90 MWp dirancang sebagai salah satu sumber pasokan energi bersih bagi aktivitas industri di Sulawesi Tengah. Sistem penyimpanan baterai 40 MWh disertakan karena produksi listrik tenaga surya bergantung pada intensitas sinar matahari.

Teknologi penyimpanan energi dinilai menjadi bagian penting dalam pengembangan PLTS agar pasokan listrik tetap stabil saat matahari tidak bersinar. Tanpa penyimpanan, output pembangkit surya sulit disesuaikan dengan pola konsumsi kawasan industri yang beroperasi sepanjang hari.

Skala IGIP: 1.500 Hektare dan Investasi di Atas US$10 Miliar

IGIP direncanakan berdiri di atas lahan seluas sekitar 1.500 hektare. Nilai investasi keseluruhan kawasan itu diproyeksikan melampaui US$10 miliar atau sekitar Rp180 triliun.

Angka tersebut jauh lebih besar dari kebutuhan pembangunan PLTS itu sendiri. MoU yang diteken belum memuat rincian nilai investasi khusus pembangkit, jadwal konstruksi, maupun target pengoperasian.

Pendiri GEM Co., Ltd., Xu Kaihua, menyatakan kerja sama ini sejalan dengan langkah pemerintah Indonesia mendorong proyek energi terbarukan berkapasitas 100 gigawatt.

"Melalui kolaborasi dengan Dayabumi Energi, kami ingin memperluas pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung kebutuhan kawasan industri sekaligus mendorong transformasi menuju industri yang lebih rendah karbon," ujar Xu.

Mengapa QMB New Energy Materials Ikut Meneken

PT QMB New Energy Materials Indonesia memandang pemanfaatan energi ramah lingkungan sebagai faktor penting untuk meningkatkan efisiensi operasional jangka panjang. Perusahaan yang telah beroperasi sekitar empat tahun itu menilai energi terbarukan berpotensi membantu mengendalikan biaya energi sekaligus menekan emisi karbon.

Motif serupa berlaku bagi kawasan industri secara keseluruhan. Pengembangan infrastruktur energi terbarukan diharapkan mengurangi ketergantungan kawasan terhadap sumber energi berbasis bahan bakar fosil.

Kolaborasi Dayabumi Energi dan GEM mencerminkan meningkatnya perhatian pelaku industri terhadap pasokan listrik yang lebih berkelanjutan. Keterlibatan mitra lokal menjadi bagian dari skema kerja sama ini.

Yang Masih Menunggu Kepastian

Status kesepakatan masih sebatas nota kesepahaman. Belum ada keterangan mengenai nilai investasi khusus pembangunan PLTS, jadwal konstruksi, maupun target pengoperasian pembangkit.

Jika terealisasi, PLTS 90 MWp dan penyimpanan baterai 40 MWh berpotensi menjadi salah satu infrastruktur pendukung kawasan industri hijau di Sulawesi Tengah. Proyek ini juga diharapkan memperkuat hubungan investasi Indonesia dan China di sektor energi terbarukan.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia menargetkan pengembangan proyek energi terbarukan berkapasitas 100 GW. Kerja sama lintas negara di sektor energi bersih menjadi salah satu jalur yang ditempuh untuk mencapai target tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index