Karhutla Meluas ke Jawa Timur: 261 Titik Panas, 4 Gunung Terbakar, 5 Orang Tewas

Karhutla Meluas ke Jawa Timur: 261 Titik Panas, 4 Gunung Terbakar, 5 Orang Tewas
Kebakaran hutan dan lahan meluas ke lima kabupaten di Jawa Timur dengan 261 titik panas dan 482 hektare lahan terdampak.

NUSAAKSARA.COM — Lima orang meninggal saat berupaya memadamkan api di Gunung Bromo, Jawa Timur, ketika karhutla merambah lima kabupaten dengan 261 titik panas dan luas terdampak 482 hektare. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat tambahan kejadian di Malang, Magetan, Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi hingga Jumat, 23 Oktober 2026. Empat gunung di provinsi itu masih terbakar.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran hutan dan lahan merambat ke Pulau Jawa, dengan Jawa Timur menjadi wilayah terbaru yang terdampak. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan menyebut lima kabupaten di provinsi itu mengalami karhutla: Malang, Magetan, Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi.

Dari 482 hektare lahan terdampak di Jawa Timur, sebanyak 223 hektare belum berhasil dipadamkan. Titik panas di provinsi tersebut tercatat 261 titik.

Empat Gunung Masih Terbakar Serentak

Karhutla di Jawa Timur tidak hanya terjadi di lahan dataran, tetapi juga menjalar ke kawasan pegunungan. Berton menyebut empat gunung sedang terbakar bersamaan.

"Saya bisa sampaikan bahwa ada 4 gunung di Jawa Timur yang saat ini sedang terbakar yaitu Gunung Arjuno-Welirang, Gunung Argopuro, Gunung Saeng, dan Gunung Bromo," kata Berton dalam konferensi pers pemutakhiran bencana.

Peristiwa di Gunung Bromo menimbulkan korban jiwa. Lima orang tewas ketika berusaha memadamkan api dan terperangkap di area kebakaran.

"Beberapa waktu yang lalu, kita mendapatkan kabar informasi ada 5 orang yang meninggal, dimana mereka berusaha untuk memadamkan api di Gunung Bromo, tapi mereka juga terperangkap di daerah tersebut," ujarnya.

Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Penanganan

Di luar Jawa, BNPB menempatkan Kalimantan Tengah sebagai wilayah paling kritis karena titik api belum padam. Luas lahan terbakar di provinsi itu mencapai 16.097 hektare, tertinggi di antara seluruh wilayah.

Dua provinsi lain di Kalimantan menyusul jauh di bawahnya: Kalimantan Selatan 1.506 hektare dan Kalimantan Barat 1.370 hektare. Total luas terdampak di tiga provinsi tersebut 18.973 hektare.

Di Sumatra, luas lahan terbakar mencapai 2.431 hektare. Sumatra Selatan menyumbang porsi terbesar dengan 2.050 hektare, disusul Jambi 339 hektare dan Riau 2 hektare.

"Di tiga provinsi ini tentu menjadi perhatian terutama di Sumatra Selatan," kata Berton.

1.024 Kasus Karhutla Sejak Januari

Sepanjang 1 Januari hingga 23 Oktober 2026, karhutla di Indonesia tercatat 1.024 kali. Angka itu menjadikan kebakaran lahan sebagai salah satu bencana dengan frekuensi tertinggi, di bawah banjir yang mencapai 581 kejadian dan cuaca ekstrem 337 kejadian.

Bencana lain yang tercatat meliputi kekeringan 122 kali, tanah longsor 108 kali, gempa bumi 14 kali, gelombang pasang atau abrasi 14 kali, dan erupsi gunung api 4 kali.

Secara keseluruhan, BNPB mencatat 2.204 kejadian bencana di seluruh Indonesia pada periode yang sama. Bencana hidrometeorologi, baik basah maupun kering, masih mendominasi.

"Angka ini tentu semakin bertambah dan masih tetap di mayoritas dominasi oleh akibat dari bencana hidrometeorologi, baik itu basah maupun kering," kata Berton.

Beban Penanganan di Dua Pulau

Penanganan karhutla kini terkonsentrasi di dua pulau sekaligus. Kalimantan dan Sumatra Selatan masih menjadi lokasi terdampak paling parah, sementara Jawa Timur menambah daftar wilayah yang membutuhkan sumber daya pemadaman.

BNPB belum merinci kebutuhan tambahan personel maupun peralatan untuk lima kabupaten di Jawa Timur. Laporan pemutakhiran berikutnya akan menunjukkan apakah luas lahan terbakar di provinsi itu menyusut atau justru bertambah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index