PHRI Minta Izin Konser Internasional Dipermudah, Soroti Efek Ekonomi Ye

PHRI Minta Izin Konser Internasional Dipermudah, Soroti Efek Ekonomi Ye
Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani mendorong pemerintah mempermudah perizinan konser musik internasional.

NUSAAKSARA.COM — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mendorong pemerintah mempermudah perizinan konser musik internasional sebagai prioritas pengembangan ekonomi nasional. Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menilai penyelenggaraan konser berskala besar memberi efek berganda langsung bagi perhotelan, restoran, dan usaha penunjang pariwisata.

Hariyadi Sukamdani menilai konser musik internasional seperti penampilan Kanye West atau Ye layak dijadikan salah satu prioritas pengembangan ekonomi nasional. Menurut dia, kemudahan perizinan menjadi kunci agar Indonesia bisa menangkap peluang dari industri hiburan global.

Pernyataan itu disampaikan Hariyadi saat dihubungi iNews.id, Minggu (25/10/2026). Ia menekankan bahwa dampak ekonomi konser berskala besar tidak berhenti di pintu venue, tetapi merambat ke hotel, restoran, dan berbagai bisnis penunjang pariwisata di daerah penyelenggara.

Efek Berganda yang Langsung Terasa di Daerah

Bagi PHRI, konser internasional bukan sekadar tontonan. Penyelenggaraan acara berskala besar menghadirkan tamu yang menginap, makan di restoran, dan membelanjakan uang di sekitar lokasi acara.

Hariyadi menyebut dampak itu sebagai salah satu alasan utama organisasinya mendorong pemerintah membuka pintu lebih lebar bagi promotor konser mancanegara. Efeknya dinilai langsung menyentuh perekonomian daerah, bukan hanya Jakarta sebagai pusat acara.

"Jadi bagus, acara-acara kayak gitu tuh bagus. Jadi menarik inbound-nya, inbound turis juga," ujar Hariyadi.

Biaya Tinggi Jadi Kendala, Perizinan Diminta Disederhanakan

Hariyadi tidak menampik adanya tantangan berupa tingginya biaya penyelenggaraan konser di Indonesia dibandingkan negara lain. Namun ia meminta pemerintah memprioritaskan kemudahan proses perizinan agar peluang ekonomi dari industri hiburan global tidak lepas.

Menurut dia, penyederhanaan izin akan membuat promotor internasional lebih percaya diri membawa acara berskala besar ke Indonesia. Selama ini, kata Hariyadi, prosedur perizinan menjadi salah satu titik yang membuat penyelenggaraan konser di Tanah Air terasa lebih berat dibanding negara tetangga.

"Tapi paling enggak pemerintah harusnya menjadikan konser ini satu yang prioritas juga. Intinya itu. Gimana dimudahkan, dimudahkan untuk proses perizinannya, segala macam dimudahkan. Karena itu impact-nya itu langsung, betul-betul ke perekonomian di daerah itu juga akan langsung kelihatan," tegas Hariyadi.

Dorongan agar Indonesia Tak Kehilangan Momentum

Permintaan PHRI muncul di tengah besarnya animo pasar terhadap konser artis internasional. Penyelenggaraan acara semacam itu kerap menyedot pengunjung dari luar kota dan luar negeri, sekaligus melibatkan ribuan pekerja lokal pada hari pelaksanaan.

Bagi industri perhotelan dan restoran, gelombang tamu dari luar daerah menjadi berkah tersendiri. Tingkat hunian kamar dan belanja konsumen biasanya naik signifikan di sekitar lokasi acara, terutama jika konser berlangsung beberapa hari.

PHRI berharap pemerintah melihat konser internasional sebagai instrumen pariwisata, bukan sekadar kegiatan hiburan. Dengan perizinan yang lebih mudah, Indonesia dinilai punya peluang lebih besar menarik wisatawan mancanegara yang selama ini memilih negara lain sebagai tujuan menonton artis favorit mereka.

Hariyadi menegaskan, prioritas pemerintah terhadap sektor ini perlu diwujudkan dalam kebijakan konkret. Kemudahan proses perizinan menjadi permintaan utama PHRI, dengan harapan dampaknya bisa segera dirasakan pelaku usaha di daerah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index