Norwegia Selidiki Mantan PM Jagland Terkait Hubungan dengan Epstein

Minggu, 08 Februari 2026 | 12:00:00 WIB
Ilustrasi. (Foto: Generate AI)

NUSA AKSARA – Otoritas Norwegia resmi meluncurkan penyelidikan terhadap mantan Perdana Menteri Thorbjorn Jagland terkait dugaan korupsi berat yang diduga bersumber dari hubungannya dengan mendiang pengusaha Amerika Serikat Jeffrey Epstein, sosok yang dikenal luas sebagai pelaku kejahatan seksual kelas kakap.

Mengutip laporan Russia Today, Sabtu (7/2/2026), penyelidikan ini difokuskan pada kemungkinan penyalahgunaan jabatan oleh Jagland, yang pernah menduduki sejumlah posisi strategis di tingkat nasional maupun internasional. 

Jagland menjabat sebagai Perdana Menteri Norwegia pada periode 1996–1997, sebelum kemudian berkarier di panggung internasional sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Eropa (2009–2019) dan Ketua Komite Nobel Norwegia (2009–2015).

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Kamis lalu, lembaga anti-korupsi Norwegia Okokrim mengonfirmasi telah meminta Kementerian Luar Negeri Norwegia untuk mencabut status imunitas diplomatik yang masih melekat pada Jagland sebagai mantan pejabat negara.

Kepala Okokrim, Pål Lønseth, mengatakan bahwa penyelidikan akan difokuskan pada dugaan penerimaan keuntungan pribadi oleh Jagland selama atau setelah masa jabatannya.

“Penyelidikan ini akan berfokus pada apakah Thorbjorn Jagland menerima hadiah atau bantuan yang berkaitan dengan jabatannya,” ujar Lønseth dalam pernyataan resminya.

Nama Jagland Muncul dalam Dokumen Epstein

Langkah hukum ini diambil setelah nama Jagland disebut beberapa kali dalam dokumen Harta Warisan Epstein yang dirilis otoritas Amerika Serikat pada pekan lalu. Dokumen tersebut memuat korespondensi email dan catatan perjalanan yang kembali membuka jaringan relasi Epstein dengan sejumlah tokoh politik dan elite global.

Salah satu email yang menjadi sorotan dikirim Jagland kepada Epstein pada Mei 2012, di mana ia menulis tentang kunjungannya ke Tirana, Albania.

“Saya telah berada di Tirana bersama gadis-gadis luar biasa,” tulis Jagland dalam email tersebut.

Dalam email lain tertanggal Januari 2013, Jagland juga menyinggung rencana perjalanan ke pulau pribadi Epstein di Karibia bersama istri dan putra-putranya.

“Saya tidak bisa terus seperti ini hanya dengan wanita muda seperti yang Anda ketahui,” tulisnya dalam korespondensi tersebut.

Isi email-email itu memicu spekulasi publik terkait kedekatan Jagland dengan Epstein, terutama mengingat reputasi Epstein yang telah dihukum atas kejahatan seksual dan meninggal dunia pada 2019.

Bantahan Jagland

Menanggapi mencuatnya kembali korespondensi tersebut, Jagland memberikan klarifikasi kepada surat kabar VG pada Senin lalu. Ia menyebut isi email-email itu sebagai “jargon memalukan” yang menurutnya mudah disalahartikan jika dilepaskan dari konteks.

Jagland juga dengan tegas membantah tuduhan bahwa dirinya pernah mengunjungi properti Epstein sendirian atau tinggal di pulau pribadi Epstein.

Ia menekankan bahwa setiap kunjungan yang pernah terjadi selalu dilakukan bersama istrinya, serta menegaskan tidak pernah terlibat dalam aktivitas ilegal apa pun yang berkaitan dengan Epstein.

Sikap Tim Hukum

Sementara itu, pengacara Jagland, Anders Brosveet, menyatakan bahwa kliennya bersikap kooperatif dan siap bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan yang dilakukan Okokrim.

“Kami akan menyerahkan semua informasi yang relevan kepada para penyelidik. Berdasarkan apa yang telah kami temukan sejauh ini, kami yakin dengan hasil penyelidikan ini,” ujar Brosveet.

Kasus ini menjadi bab terbaru dari rangkaian panjang dampak politik internasional yang ditimbulkan oleh pengungkapan dokumen-dokumen Epstein. 

Di Norwegia, penyelidikan terhadap Jagland berpotensi memicu perdebatan luas mengenai akuntabilitas mantan pejabat tinggi negara, terutama mereka yang pernah memegang peran penting di lembaga internasional.

(Fitri Wulandari/CHY)

Tags

Terkini