Skandal Epstein Guncang Inggris, King Charles Ambil Langkah Tegas

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:00:00 WIB
King Charles III. Foto: Istimewa.

NUSA AKSARA — Skandal lama yang tak pernah benar-benar padam kembali mengguncang Inggris. Rilis dokumen terbaru terkait kasus Jeffrey Epstein kembali menyeret nama Pangeran Andrew ke pusaran kontroversi, memicu reaksi keras dari Istana Buckingham dan memaksa Raja Charles III mengambil langkah yang disebut-sebut sebagai “pembersihan besar-besaran” dalam tubuh monarki.

Dokumen yang dirilis otoritas Amerika Serikat pekan ini memuat foto dan korespondensi tambahan yang diklaim memperkuat dugaan kedekatan Pangeran Andrew dengan mendiang Epstein, terpidana pelaku kejahatan seksual kelas kakap. Meski tidak secara otomatis menyiratkan kesalahan pidana, publik Inggris menilai pengungkapan ini semakin merusak kredibilitas kerajaan.

Menurut laporan sejumlah media Inggris, Raja Charles III telah memutuskan untuk mengusir adiknya itu dari salah satu properti mewah keluarga kerajaan di Windsor. Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa istana tidak lagi bersikap defensif dalam menghadapi bayang-bayang skandal Epstein.

Seorang sumber istana yang dikutip media lokal menyebut keputusan tersebut diambil demi “melindungi institusi monarki dari kerusakan reputasi lebih lanjut.” Istana bahkan dikabarkan siap mendukung penyelidikan kepolisian apabila diminta secara resmi.

“Kerajaan tidak berada di atas hukum. Jika diperlukan, kami akan bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas yang berwenang,” ujar seorang juru bicara Istana Buckingham, seperti dikutip sejumlah media Inggris.

Andrew Kembali Jadi Beban Kerajaan

Nama Pangeran Andrew sejatinya sudah lama menjadi liabilitas politik dan moral bagi monarki Inggris. Pada 2019, ia secara resmi mundur dari tugas-tugas kerajaan setelah wawancara kontroversial dengan BBC yang justru memperburuk citranya di mata publik.

Sejak itu, Andrew hidup relatif terisolasi dari kegiatan resmi kerajaan. Namun rilis “Epstein Files” terbaru ini kembali membuka luka lama, memicu tuntutan publik agar kerajaan mengambil sikap lebih tegas.

Tekanan juga datang dari kalangan politik. Beberapa anggota parlemen Inggris menyerukan transparansi penuh, bahkan mendesak agar kepolisian meninjau ulang keterlibatan pihak-pihak yang disebut dalam dokumen tersebut.

Strategi Istana: Lindungi Masa Depan Monarki

Langkah keras Raja Charles III tidak bisa dilepaskan dari konteks yang lebih besar: menjaga stabilitas monarki di tengah masa transisi kepemimpinan. Pangeran William, sebagai pewaris takhta, tengah menjalani tur diplomatik dan misi representatif ke sejumlah negara Persemakmuran.

Analis kerajaan menilai skandal yang terus membayangi Andrew berpotensi merusak agenda tersebut jika tidak ditangani secara tegas.

“Ini bukan hanya soal Pangeran Andrew. Ini tentang masa depan monarki Inggris,” kata pakar kerajaan Inggris, Robert Lacey, dalam wawancara dengan media lokal. “Raja Charles tampaknya ingin memastikan bahwa tidak ada bayangan skandal yang mengikuti Pangeran William.”

Dengan mengambil jarak secara terbuka dari Andrew, Raja Charles mengirim pesan bahwa monarki siap berbenah, bahkan jika itu berarti mengambil keputusan pahit terhadap anggota keluarganya sendiri.

Dampak Politik dan Opini Publik

Survei terbaru menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap monarki Inggris masih relatif stabil, namun kasus Epstein menjadi ujian serius bagi citra moral keluarga kerajaan. Banyak pengamat menilai cara Istana menangani kasus ini akan menentukan persepsi publik dalam jangka panjang.

Di tengah sorotan global, keputusan Raja Charles dinilai sebagai upaya menyelamatkan legitimasi institusi kerajaan di era transparansi dan akuntabilitas yang semakin menuntut.

(CHY)

Tags

Terkini