Gempa M5,1 Guncang Selatan Yogyakarta, BMKG Catat Empat Susulan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:01:01 WIB
Gempa M5,1 mengguncang selatan DIY pada Selasa malam, 27 Oktober 2026.

NUSAAKSARA.COM — Gempa berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa malam, 27 Oktober 2026, pukul 21.43 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memastikan guncangan yang terasa hingga Jawa Tengah dan Jawa Timur itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di laut, pada koordinat 9,47 derajat Lintang Selatan dan 110,33 derajat Bujur Timur. Titik itu berjarak sekitar 166 kilometer barat daya Gunungkidul, DIY, dengan kedalaman 10 kilometer.

Kedalaman tersebut menempatkan gempa dalam kategori dangkal. BMKG menyebut aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia sebagai pemicunya, dengan mekanisme sumber berupa pergerakan sesar geser naik atau oblique thrust.

Zona Subduksi Selatan Jawa Jadi Pemicu

Kondisi tektonik di selatan Pulau Jawa berkaitan langsung dengan pertemuan lempeng di zona subduksi. Proses itu melepaskan energi yang merambat sebagai gelombang seismik hingga terasa di daratan.

Magnitudo 5,1 tidak otomatis menggambarkan besar dampak di permukaan. Tingkat guncangan yang dirasakan warga turut ditentukan oleh kedalaman sumber, jarak dari pusat gempa, kondisi tanah, dan kualitas bangunan di sekitarnya.

Getaran Terasa di 14 Kabupaten dan Kota

Laporan masyarakat yang dihimpun BMKG menunjukkan getaran dirasakan pada intensitas II MMI di Bantul, Sleman, Kulon Progo, Wonogiri, Sukoharjo, Trenggalek, Nganjuk, Pacitan, Klaten, Kediri, Ponorogo, Banjarnegara, Lumajang, dan Blitar.

Pada skala II MMI, guncangan umumnya hanya dirasakan sebagian orang, terutama mereka yang berada di dalam bangunan. Benda ringan yang digantung terlihat bergoyang.

Hingga pukul 22.20 WIB, BMKG mencatat empat gempa susulan. Yang terbesar berkekuatan magnitudo 4,9.

Gempa Susulan Bisa Muncul Tanpa Pola Pasti

Gempa susulan lazim terjadi setelah gempa utama. Waktu kemunculan dan kekuatannya tidak bisa dipastikan hanya berdasarkan kejadian sebelumnya.

Warga diminta tidak langsung menyimpulkan situasi sepenuhnya aman begitu guncangan berhenti. Pantauan informasi terbaru dari BMKG tetap diperlukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas seismik di kawasan tersebut.

Periksa Retakan dan Jauhi Bangunan Rusak

BMKG mengimbau warga memeriksa kondisi rumah setelah guncangan mereda. Apabila ditemukan retakan baru, kerusakan struktur, atau bagian bangunan yang berpotensi runtuh, area tersebut sebaiknya dihindari sampai dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Jika gempa terjadi lagi, warga diminta segera berlindung di bawah meja kokoh, melindungi kepala, dan menjauhi kaca maupun benda yang mudah jatuh. Setelah guncangan berhenti, keluar dengan tertib bila bangunan dinilai tidak aman.

Masyarakat juga diingatkan tidak mempercayai pesan berantai yang memuat prediksi gempa atau peringatan tsunami tanpa sumber resmi. Informasi terkini sebaiknya diambil dari kanal resmi BMKG dan lembaga penanggulangan bencana setempat.

BMKG memastikan gempa bermagnitudo 5,1 di selatan DIY tidak berpotensi tsunami. Kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan tanpa terpancing informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

Terkini