NUSAAKSARA.COM — Harga emas Antam kembali turun Rp20.000 menjadi Rp2.526.000 per gram pada perdagangan Sabtu pagi, melanjutkan pelemahan sejak Kamis (29/10). Penurunan beruntun menandai tekanan jual yang masih berlanjut di pasar logam mulia domestik. Harga buyback ikut merosot ke Rp2.276.000 per gram.
Penurunan juga terjadi pada harga beli kembali atau buyback. Antam mematok buyback di Rp2.276.000 per gram, lebih rendah dari posisi sebelumnya. Selisih antara harga jual dan buyback itu menjadi patokan bagi investor yang ingin mencairkan emas fisiknya.
Rincian Harga per Pecahan
Untuk pecahan kecil, emas 0,5 gram dibanderol Rp1.313.000. Pecahan 1 gram berada di Rp2.526.000, sementara 2 gram Rp4.992.000 dan 3 gram Rp7.463.000.
Pecahan menengah juga ikut menyesuaikan. Emas 5 gram dijual Rp12.405.000, 10 gram Rp24.755.000, dan 25 gram Rp61.762.000. Adapun 50 gram dipatok Rp123.445.000 dan 100 gram Rp246.812.000.
Untuk ukuran besar, harga emas 250 gram mencapai Rp616.765.000, 500 gram Rp1.233.320.000, dan 1.000 gram Rp2.466.600.000. Antam mengingatkan harga emas batangan bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar.
Pajak yang Melekat di Transaksi
Investor perlu memperhitungkan pajak saat bertransaksi. Setiap buyback dengan nilai di atas Rp10.000.000 dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Pajak itu dipotong langsung dari total nilai transaksi saat buyback dilakukan.
Di sisi pembelian, emas Antam dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tertera di laman resmi. Ketentuan ini membuat biaya efektif membeli emas sedikit lebih tinggi dari harga yang dipublikasikan.
Siapa yang Terdampak
Bagi calon pembeli, penurunan harga membuka peluang akumulasi di level yang lebih murah dibanding awal pekan. Sebaliknya, pemilik emas yang berencana menjual justru menerima nilai buyback lebih kecil, terutama karena selisih harga jual-buyback yang cukup lebar.
Investor ritel yang memakai emas sebagai instrumen lindung nilai perlu mencermati tren harian. Pergerakan harga Antam umumnya mengikuti harga emas global, sehingga arah pelemahan bisa berlanjut atau berbalik bergantung sentimen pasar dunia.
Penutup: Penurunan beruntun ini memberi sinyal bahwa tekanan di pasar emas belum usai, dan keputusan membeli atau menjual sebaiknya mempertimbangkan selisih buyback serta pajak yang melekat di setiap transaksi.