Jakarta Target Masuk 50 Besar Global Cities Index 2030, Gini Rasio 0,45 Jadi PR

Jakarta Target Masuk 50 Besar Global Cities Index 2030, Gini Rasio 0,45 Jadi PR
Gubernur Jakarta Pramono Anung berbicara dalam forum "Jakarta Towards 500: Shaping the Next Global City Together" yang digelar Kearney.

NUSAAKSARA.COM — Jakarta menargetkan posisi 50 besar Kearney Global Cities Index pada 2030, dengan pembenahan infrastruktur dan iklim investasi sebagai kunci. Namun rasio gini yang masih 0,45 disebut sebagai pekerjaan rumah utama yang harus diturunkan lebih dulu. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memfokuskan pendidikan dan transportasi publik sebagai instrumen pemutus rantai kemiskinan.

Firma konsultan manajemen global Kearney menyelenggarakan forum bertema "Jakarta Towards 500: Shaping the Next Global City Together" sebagai bagian dari peringatan 100 tahun Kearney. Forum itu menghadirkan pemerintah, pelaku usaha, investor, hingga akademisi untuk membahas arah kebijakan dan daya saing ekonomi Jakarta menuju kota global.

President Director of Kearney Indonesia Shirley Santoso menyebut transformasi yang dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah Gubernur Pramono Anung diarahkan agar Jakarta menjadi kota global yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.

"Paling berkesan bagi kami itu bukan hanya berbagai program yang dijalankan, tetapi juga semangat di baliknya. Keberanian untuk bergerak, optimisme untuk melihat peluang, dan komitmen untuk terus melakukan perbaikan," ungkap Shirley, dikutip Senin (2/11/2026).

Kolaborasi Jadi Syarat, Bukan Pilihan

Shirley menegaskan keberhasilan sebuah kota global tidak dibangun oleh satu pihak. Jakarta membutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah pusat, sektor publik dan swasta, akademisi, hingga masyarakat.

"Jakarta tidak hanya dibangun dalam satu hari dan tidak hanya dibangun oleh satu pihak. Jakarta dibangun bersama oleh kita semua, oleh keputusan yang kita ambil, kemitraan yang kita bentuk," tegasnya.

Global Managing Chairman of Kearney Bob Willen menambahkan selama 100 tahun Kearney selalu mengaitkan perjalanan perusahaan dengan dampak nyata. "Di sepanjang perjalanan, kami selalu mengaitkannya kembali dengan dampak, hasil nyata, dan bekerja bersama-sama dengan para klien kami," kata Bob.

Gini Rasio 0,45 Jadi Pekerjaan Rumah Terbesar

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengklaim Jakarta kini menjadi kota metropolitan nomor satu di dunia, melampaui Tokyo hingga New York. Jakarta juga menempati peringkat 15 terbaik dunia dalam transportasi publik berdasarkan survei Time Out, dan nomor dua di ASEAN setelah Singapura.

Di balik capaian itu, Pramono menyebut kemiskinan sebagai masalah utama. Rasio gini DKI Jakarta berada di level 0,45 dan harus diturunkan. Pendidikan dipilih sebagai salah satu instrumen pemutus rantai kemiskinan.

Perbaikan sistem transportasi juga menjadi prioritas agar masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Kehadiran TransJabodetabek yang menghubungkan kota pinggiran dengan pusat Jakarta disebut memberi dampak signifikan.

"Ini cukup signifikan karena membuat orang beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik itu meningkat dengan tajam. Meningkatnya bisa 15%, dan konektivitas Jakarta sekarang ini sudah 93%," ungkap Pramono.

Pariwisata dan Hiburan Dinilai Paling Cepat Hasilkan Devisa

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pariwisata sebagai model paling cepat mendatangkan pendapatan. Sektor itu menghasilkan devisa tanpa impor komponen, sehingga efeknya lebih langsung ke perekonomian.

"Kalau untuk model yang paling cepat untuk mendapatkan pendapatan adalah model tourism, karena tourism menghasilkan devisa tetapi dia tidak ada impor komponennya. Saat Kanye West kemarin okupansi (hotel di Jakarta) mencapai 90%," kata Airlangga dalam sesi fireside chat.

CIO of BPI Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menyoroti posisi Jakarta sebagai kota terbesar dunia dengan penguatan produk domestik bruto, salah satunya lewat ekonomi jasa yang besar. Menurutnya, gelaran acara berskala internasional memberi umpan balik langsung bagi perekonomian.

"Saya tidak tahu apakah Anda sekalian berada di sini akhir pekan ini, kita memiliki dua acara besar, bukan? Kita memiliki running festival dan kita memiliki acara Ye atau Kanye," papar Pandu.

Wisatawan yang mayoritas warga negara asing itu menggerakkan perekonomian sekaligus melihat kemajuan Jakarta. "Itu adalah salah satu hal yang tidak dapat didisrupsi oleh kecerdasan buatan (AI). Hiburan dan live entertainment," ujarnya.

Apa Artinya bagi Investor dan Pelaku Usaha

Bagi investor, sinyal yang perlu dicermati adalah arah belanja pemerintah provinsi pada transportasi publik dan pendidikan, serta insentif yang menyertainya. Dua sektor itu disebut sebagai prioritas utama, sehingga proyek dan anggaran yang menyertainya berpotensi menjadi katalis.

Pelaku usaha di sektor perhotelan, hiburan, dan acara berskala besar mendapat angin segar dari pernyataan soal okupansi hotel yang menembus 90% saat gelaran internasional. Namun tanpa perbaikan gini rasio, daya beli masyarakat bawah tetap terbatas dan pasar domestik berisiko tidak tumbuh merata.

Target 50 besar Kearney Global Cities Index pada 2030 masih membutuhkan kepastian regulasi dan percepatan perizinan. Forum ini sendiri belum memaparkan peta jalan anggaran maupun indikator antara yang akan dipakai untuk mengukur kemajuan Jakarta setiap tahun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index