NUSAAKSARA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan melemah 65,74 poin atau 1,34 persen ke level 4.838 pada pembukaan perdagangan Rabu (4/11). Tekanan jual investor asing senilai Rp575 miliar di seluruh pasar memperparah koreksi, dengan 369 saham terpuruk dan hanya 56 saham yang bertahan di zona hijau.
PT Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG sempat dibuka di level 4.856 sebelum bergerak ke titik tertinggi 4.860. Selepas itu indeks merosot tajam hingga menyentuh level terendah 4.834, mengutip data RTI Business hingga pukul 09.00 WIB.
Volume perdagangan pada awal sesi tercatat 1,10 miliar saham dengan nilai transaksi Rp268,53 miliar. Frekuensi perdagangan berlangsung 40.847 kali, sementara kapitalisasi pasar berada di Rp8.555,76 triliun.
Asing Lepas Saham di Pasar Reguler Rp759,98 Miliar
Investor asing membukukan jual bersih Rp575 miliar di seluruh pasar. Di pasar reguler, aksi lepas saham mencapai Rp759,98 miliar, sedangkan di pasar negosiasi dan tunai justru tercatat beli bersih Rp184,99 miliar.
Dari komposisi volume transaksi 27,2 miliar saham, investor asing membeli 8,3 miliar saham (15,21 persen) dan menjual 8,5 miliar saham (15,61 persen). Investor domestik mencatat pembelian 18,9 miliar saham (34,79 persen) dan penjualan 18,7 miliar saham (34,39 persen).
Dari sisi nilai transaksi Rp11,7 triliun, pembelian investor asing mencapai Rp4,1 triliun (17,65 persen) dan penjualan Rp4,7 triliun (20,10 persen). Investor domestik membukukan pembelian Rp7,6 triliun (32,35 persen) dan penjualan Rp7 triliun (29,90 persen).
Frekuensi transaksi tercatat 1.387.578 kali. Frekuensi beli investor asing 199.868 kali (7,20 persen), sementara frekuensi jual 406.257 kali (14,64 persen). Investor domestik mencatat frekuensi beli sekitar 1,2 juta kali (42,80 persen) dan frekuensi jual 981.321 kali (35,36 persen).
Saham Bank Besar Masih Bertahan, TMPO dan MKNT Melonjak
Di tengah koreksi indeks, sejumlah saham justru menguat. PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) melesat 18,80 persen ke Rp278, PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) terbang 33,33 persen ke Rp24, dan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) naik 0,62 persen ke Rp161.
Saham perbankan besar juga mencatat kenaikan terbatas. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 1,88 persen ke Rp2.710, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 1,03 persen ke Rp4.890, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik 0,28 persen ke Rp3.600.
BUMI, ANTM, dan TPIA Jadi Beban Indeks
Sebaliknya, saham berbasis komoditas menekan indeks. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 2,50 persen ke Rp117, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 1,25 persen ke Rp2.370, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) merosot 4,38 persen ke Rp1.200.
Statistik pasar menempatkan 369 saham melemah, 56 saham menguat, dan 156 saham stagnan. Bagi investor, kombinasi jual bersih asing di pasar reguler dan tipisnya saham yang menguat menjadi sinyal kehati-hatian pada sesi pagi.