NUSAAKSARA.COM — Survei Indonesia Network Election Survey mencatat 79,3 persen responden puas terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjelang dua tahun pemerintahan. Tingkat kepercayaan publik bahkan lebih tinggi, 82,1 persen. Namun harga kebutuhan pokok dan lapangan kerja tetap menjadi celah yang menekan penilaian di sektor ekonomi.
Direktur Eksekutif INES Andri Gunawan menyampaikan hasil survei yang melibatkan 1.400 responden di 36 provinsi tersebut. Sampel ditarik dengan metode multistage random sampling, margin of error sekitar ±2,48 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Dari angka kepuasan 79,3 persen, sebanyak 17,4 persen responden menyatakan kurang atau tidak puas, dan 3,3 persen tidak menjawab. Kepercayaan publik terhadap Prabowo tercatat 82,1 persen, dengan 16,5 persen kurang atau tidak percaya dan 1,4 persen tanpa jawaban.
Penilaian Ketegasan dan Stabilitas Politik
Sebanyak 78,2 persen responden menilai positif keberanian, ketegasan, dan kecepatan pemerintah menjalankan program yang dinilai pro-rakyat. Yang menyatakan kurang atau tidak puas 17,9 persen, sisanya 3,9 persen tidak menjawab.
Persepsi terhadap kondisi politik nasional juga condong positif. Sebanyak 78,3 persen menilai politik Indonesia stabil dan baik, berbanding 18,6 persen yang menilainya buruk atau tidak stabil, dan 3,1 persen tanpa penilaian.
Di bidang diplomasi, 80,3 persen responden puas terhadap strategi Prabowo yang menempatkan penguatan ekonomi sebagai prioritas dalam kunjungan ke luar negeri. Sebanyak 16,4 persen tidak puas atau tidak percaya, dan 3,3 persen tidak menjawab.
Ekonomi Jadi Titik Terlemah
Kepuasan di sektor ekonomi hanya 50,8 persen, dengan 45,1 persen menilai sebaliknya dan 4,1 persen tanpa jawaban. Kenaikan harga kebutuhan pokok dan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih disebut memengaruhi persepsi responden.
Sebanyak 54,8 persen responden menilai tingginya harga kebutuhan pokok masih menjadi persoalan yang perlu perhatian pemerintah. Keluhan serupa muncul pada lapangan kerja, dengan 50,7 persen menyatakan kurang puas terhadap penanganannya.
Pada isu kemiskinan, 68,2 persen responden menyatakan puas atau cukup puas. Program kesejahteraan sosial dan bantuan sosial mencatat kepuasan lebih tinggi, 78,7 persen.
Korupsi, Kebebasan Berpendapat, dan MBG
Pemberantasan korupsi memperoleh kepuasan 78,2 persen. Isu kebebasan berpendapat sedikit lebih tinggi, 81,2 persen responden menyatakan puas atau cukup puas.
INES juga mengukur pandangan soal keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. Sebanyak 78,2 persen responden setuju program itu dilanjutkan, 18,4 persen tidak setuju, dan 3,4 persen tidak menjawab.
INES menilai dukungan tersebut menunjukkan program MBG dipandang relevan dengan kebutuhan dasar sebagian besar responden. Angka-angka survei ini menggambarkan persepsi responden pada saat pengambilan data dan tidak otomatis menjadi ukuran objektif atas keseluruhan kondisi pemerintahan.