Kapolsek Ampibabo Ingatkan Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau

Kapolsek Ampibabo Ingatkan Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau
Kapolsek Ampibabo IPTU Ansaruddin memberikan imbauan kewaspadaan kebakaran kepada warga.

NUSAAKSARA.COM — Kepala Kepolisian Sektor Ampibabo IPTU Ansaruddin meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, dan rumah selama musim kemarau yang berlangsung beberapa bulan terakhir. Tiupan angin kencang disebut mempercepat penyebaran api meski hanya berasal dari puntung rokok atau arang yang masih menyala. Imbauan mencakup pemeriksaan berkala instalasi listrik dan larangan meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

Kepala Kepolisian Sektor Ampibabo, IPTU Ansaruddin, mengeluarkan imbauan kewaspadaan kebakaran menyusul musim kemarau yang berkepanjangan di wilayah Parigi Moutong. Menurutnya, cuaca kering disertai angin kencang menciptakan kondisi yang mudah memicu kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman penduduk.

Ansaruddin menekankan bahwa sumber api sekecil apa pun bisa berubah menjadi bencana. Puntung rokok atau arang yang masih menyala, jika bersentuhan dengan rumput dan ranting kering, dapat langsung membakar area yang lebih luas.

Angin Kencang Percepat Penyebaran Api

Faktor angin menjadi perhatian utama dalam imbauan tersebut. Ansaruddin menyebut tiupan angin yang cukup kencang selama musim kemarau dapat mempercepat perluasan titik api, sehingga kebakaran kecil berpotensi membesar dalam waktu singkat.

"Potensi kebakaran hutan dan lahan setiap saat mengintai, untuk itu, kami mengimbau warga untuk tidak sembarangan membuang benda yang mudah menyebabkan kebakaran. Begitu juga saat melakukan pembakaran material kering, harap dijaga dan saat meninggalkan lokasi pastikan semua material tidak lagi dalam kondisi menyala atau berpotensi kembali terbakar," kata Ansaruddin.

Ia juga menyoroti dampak berantai dari kebakaran lahan. Menurutnya, pemilik kebun yang tidak terlibat dalam pembakaran bisa ikut menanggung kerugian jika api menjalar ke lahan mereka.

"Kasian kalau kemudian lahan yang produktif harus hangus terbakar, bahkan pemilik kebun lainnya yang tidak memiliki sangkutan aksi pembakaran ikut pula mengalami kerugian gara-gara kebakaran," ujarnya.

Risiko Kebakaran Rumah dan Pemeriksaan Instalasi Listrik

Selain kebakaran hutan dan lahan, Ansaruddin mengingatkan potensi kebakaran rumah selama musim kemarau. Ia meminta warga memeriksa kondisi kabel, stop kontak, dan peralatan listrik secara berkala.

Penggunaan instalasi listrik yang sudah rusak atau tidak layak dinilai memperbesar risiko korsleting. Ansaruddin juga melarang warga meninggalkan kompor, tungku, atau sumber api lain dalam keadaan menyala tanpa pengawasan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk memeriksa kondisi kabel, stop kontak dan peralatan listrik secara berkala. Jangan menggunakan instalasi listrik yang sudah rusak atau tidak layak. Selain itu, kompor, tungku maupun sumber api lainnya jangan ditinggalkan dalam keadaan menyala tanpa pengawasan," imbaunya.

Harapan Warga dan Ajakan Tetap Waspada

Ansaruddin berharap musim kemarau segera berakhir. Meski demikian, ia meminta warga tetap menjaga kewaspadaan hingga kondisi cuaca kembali normal.

"Kita semua berharap musim kemarau ini segera berakhir, dan tentunya sambil berdoa, juga tetap menjaga kewaspadaan, agar bencana lainnya, tidak menghampiri, kita," pungkasnya.

Imbauan ini menyasar warga di wilayah Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, yang sebagian besar menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian dan perkebunan. Kebakaran lahan produktif berpotensi mengganggu sumber pendapatan mereka sekaligus menimbulkan kerugian material.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index