Trump Klaim Iran Tinggalkan Rencana Senjata Nuklir, Harga Minyak Turun

Trump Klaim Iran Tinggalkan Rencana Senjata Nuklir, Harga Minyak Turun
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih.

NUSAAKSARA.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim Iran hampir sepenuhnya meninggalkan rencana pengembangan senjata nuklir. Klaim itu disampaikan Trump kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih, disertai pernyataan bahwa harga minyak dunia kini turun ke level lebih rendah dibanding era pemerintahan Joe Biden.

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyinggung pergerakan harga minyak yang menurutnya telah turun setelah melonjak selama perang AS-Israel melawan Iran. Konflik tersebut berlangsung sejak 28 Februari.

Klaim Trump soal Perubahan Sikap Iran

Trump menyampaikan klaimnya tanpa merinci dasar informasi yang digunakan. Ia menyebut Iran telah mengubah arah program nuklirnya secara signifikan.

"Ngomong-ngomong, Iran, seperti Anda ketahui, hampir sepenuhnya meninggalkan rencana untuk memiliki senjata nuklir," kata Trump.

Pernyataan itu muncul di tengah ketegangan panjang antara Washington dan Teheran. AS dan Israel sejak lama menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir, tuduhan yang berulang kali dibantah pihak Iran.

Harga Minyak dan Perbandingan dengan Era Biden

Trump mengaitkan penurunan harga minyak dengan tekanan yang terus diberikan AS terhadap program nuklir Iran. Ia mengeklaim harga minyak saat ini lebih rendah dibandingkan ketika Joe Biden menjabat pada 2021-2025.

"Harga minyak sedang turun. Saat ini harga minyak lebih rendah, dan lebih rendah daripada di bawah pemerintahan Biden, dan mereka tidak melakukan apa pun terkait fakta bahwa Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir," ujarnya.

Pernyataan Trump menyusul lonjakan harga minyak selama perang AS-Israel melawan Iran. Konflik bersenjata itu dimulai sejak 28 Februari dan sempat mengganggu pasokan serta jalur distribusi energi di kawasan.

Bantahan Konsisten Iran

Iran sejak lama membantah tuduhan AS dan Israel bahwa mereka berupaya mengembangkan senjata nuklir. Sikap itu ditegaskan kembali oleh Presiden Masoud Pezeshkian saat berpidato di Sidang Umum PBB pada akhir September.

Posisi resmi Teheran menegaskan program nuklirnya bersifat damai. Namun, ketegangan dengan Washington dan sekutunya tetap tinggi, terutama setelah serangkaian ancaman militer dan sanksi ekonomi yang belum juga mereda.

Pernyataan Trump menambah panjang rangkaian klaim kedua pihak yang saling bertolak belakang. Sampai kini belum ada konfirmasi independen yang memverifikasi klaim bahwa Iran telah meninggalkan rencana senjata nuklirnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index