TPA Jatibarang Semarang Terbakar, 22 Warga Alami Gangguan Pernapasan

TPA Jatibarang Semarang Terbakar, 22 Warga Alami Gangguan Pernapasan
Warga melintas di kawasan permukiman yang tertutup asap kebakaran TPA Jatibarang, Semarang.

NUSAAKSARA.COM — Sebanyak 22 warga di tiga kelurahan Kota Semarang mengalami gangguan pernapasan akibat asap kebakaran TPA Jatibarang. Keluhan berupa batuk dan sesak napas muncul setelah kebakaran yang terjadi Rabu (30/9) malam itu menyelimuti permukiman sekitar. Pemerintah kelurahan telah menyalurkan masker dan mendirikan posko kesehatan untuk warga terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Semarang mencatat 22 orang mengalami gangguan pernapasan berupa batuk dan sesak napas imbas asap kebakaran TPA Jatibarang. Kepala BPBD Kota Semarang Endro P Martanto merinci, 15 orang berasal dari Kelurahan Kedungpane, 2 orang dari Tambakaji, dan 5 orang dari Bambankerep.

Kebakaran di tempat pembuangan akhir tersebut terjadi pada Rabu (30/9) malam. Asap masih terlihat di kawasan RT 07 RW 03, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, dengan bau bercampur sampah yang menyengat.

15 Warga Kedungpane Alami ISPA

Ketua RT 07 RW 03 Hartanto menyebut pihaknya telah mengajukan data 15 warga yang terdampak. Mereka mengalami infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA dengan gejala sesak napas dan batuk berkepanjangan.

"Di tempat kami sudah mengajukan ada 15 warga yang terdampak dari kejadian ini, mengalami ISPA. Jadi sesak napas dan terbatuk-batuk," kata Hartanto, Minggu (4/10/2026).

Pihak kelurahan menyalurkan masker kepada warga dan menyediakan posko kesehatan bagi mereka yang membutuhkan penanganan. Langkah itu diambil setelah asap dinilai mengganggu aktivitas harian di permukiman.

Asap Pekat Bikin Jarak Pandang Terbatas

Warga Kedungpane, Indah Astuningtuti (55), mengaku sesak napas setelah asap masuk ke rumahnya. Ia menyebut asap paling terasa pada Kamis dan Jumat, dua hari setelah kebakaran terjadi.

"Sesak, sampai nggak pernah keluar rumah. Kalau keluar gampang (kena) asap," kata Indah kepada detikJateng.

Indah juga mengeluhkan abu yang masuk ke rumah dan membuat kotor. Ia harus menyapu berulang kali karena abu terus berjatuhan.

"Ini juga abunya masuk ke rumah, saya sapu berkali-kali juga tetap ada lagi. Jadi bikin rumah kotor dan bau," ujarnya.

Pada pagi hari, kata Indah, asap menyerupai kabut sehingga jarak pandang warga terbatas. Kondisi itu membuat aktivitas di luar rumah terganggu, terutama bagi warga lanjut usia dan anak-anak.

Posko Kesehatan Disiagakan

Posko kesehatan yang disediakan kelurahan menjadi rujukan awal warga yang mengalami keluhan pernapasan. Masker dibagikan untuk mengurangi paparan asap, terutama bagi mereka yang harus beraktivitas di luar rumah.

Hingga kini, asap dari TPA Jatibarang masih terlihat meski jumlahnya berkurang. Warga berharap penanganan kebakaran tuntas agar gangguan kesehatan tidak berlanjut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index