NUSAAKSARA.COM — Menteri Pertahanan Israel Katz menempatkan militer negaranya dalam status siaga tinggi menjelang peringatan tiga tahun serangan 7 Oktober 2023. Instruksi itu dikeluarkan setelah adanya informasi intelijen soal rencana serangan Hamas terhadap pasukan Israel di Gaza. Katz memperingatkan warga Gaza akan menanggung dampak besar jika pasukannya menjadi korban.
Kantor Katz menyatakan status siaga tinggi diberlakukan menyusul informasi intelijen mengenai niat Hamas melancarkan serangan dan operasi terhadap pasukan Israel di Gaza. Pernyataan itu dilansir Al Arabiya dari kantor berita AFP.
Peringatan Keras ke Warga Gaza
Dalam pernyataan resminya, Katz menyampaikan peringatan terbuka kepada Hamas dan penduduk Gaza. Ia menegaskan konsekuensi yang akan diterima jika pasukan Israel menjadi korban.
"Jika - jangan sampai terjadi - pasukan kami menjadi korban, pihak yang akan menanggung harga yang mahal adalah Hamas dan penduduk Gaza dengan dampak yang sangat besar dan tak sebanding," kata Katz dalam pernyataan tersebut.
Pernyataan itu mempertegas posisi Israel yang menuding Hamas masih berupaya melancarkan aksi bersenjata meski situasi lapangan sudah berubah pasca gencatan senjata.
Korban Tewas di Gaza Capai 74.245 Orang
Media Palestina WAFA melaporkan jumlah korban jiwa sejak dimulainya agresi Israel di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 74.245 orang. Total korban luka mencapai 175.267 orang.
Sejak gencatan senjata pada 11 Oktober 2025, jumlah korban jiwa tercatat 1.462 orang dengan 5.151 kasus luka-luka. Sumber medis juga mencatat penemuan kembali jenazah 836 warga sipil.
Serangan 7 Oktober 2023 dan Perang Berkepanjangan
Kelompok militan Palestina yang dipimpin Hamas melancarkan serangan ke wilayah selatan Israel pada 7 Oktober 2023. Serangan itu menyebabkan sekitar 1.221 orang tewas dan 251 lainnya disandera ke Gaza, menurut penghitungan AFP berdasarkan data resmi Israel.
Israel membalas dengan serangan rudal, serangan udara, operasi darat, hingga blokade terhadap Jalur Gaza. Operasi militer itu terus berlanjut hingga kini meski sudah ada gencatan senjata pada Januari dan Oktober 2025.
Ketegangan yang Belum Mereda
Status siaga tinggi yang dikeluarkan Katz menunjukkan ketegangan di Gaza belum sepenuhnya mereda. Peringatan tiga tahun peristiwa 7 Oktober menjadi momen yang diawasi ketat oleh otoritas Israel.
Pernyataan Katz menyiratkan Israel bersiap menghadapi kemungkinan eskalasi baru. Warga Gaza berada dalam posisi rentan jika bentrokan kembali pecah di tengah gencatan senjata yang rapuh.