NUSAAKSARA.COM — Sebanyak 73 kepala keluarga di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran yang terjadi Senin (5/10) sekitar pukul 17.00. Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Provinsi Kalimantan Timur Hj. Wahyu Hernaningsih Seno Aji menyerahkan bantuan sembako, kebutuhan rumah tangga, dan kebutuhan lainnya kepada warga terdampak, Rabu (7/10). Bantuan disalurkan di lokasi kebakaran di Jalan AM Alimuddin Gang 1 RT 33.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Tim Inafis Polres Kukar. Belum ada keterangan resmi soal sumber api maupun estimasi kerugian material.
Bantuan Disalurkan ke Posko dan Dapur Umum
Ketua YJI Kaltim Hj. Wahyu Hernaningsih Seno Aji datang didampingi Ketua TP PKK Kukar Andi Deezca Pravidhia Aulia Rahman Basri beserta jajaran pengurus dan anggota Yayasan Jantung Sehat Kukar. Selain menyerahkan bantuan, rombongan meninjau posko kebakaran, lokasi kebakaran, dan dapur umum.
Bantuan yang diberikan mencakup sembako, pakaian dalam, serta kebutuhan anak-anak seperti pampers, susu, dan roti. Wahyu menyebut penyaluran ini bagian dari kegiatan bakti sosial yang melibatkan kelompok Majelis Taklim Kota Samarinda.
"Alhamdulillah atas nama pribadi, dan Ketua YJI Kaltim, serta kelompok Majelis Taklim Kota Samarinda bisa berbagi, mudah-mudahan semua masyarakat yang terdampak segera pulih dan diberi kesabaran digantikan rejekinya lebih besar lagi, dan yang terpenting semua sehat," ujar Hj. Wahyu Hernaningsih Seno Aji.
Apresiasi untuk Petugas dan Relawan
Muhammad Hafidz menyampaikan terima kasih kepada petugas pemadam kebakaran, relawan, aparat, dan masyarakat yang membantu penanganan sejak kejadian berlangsung. Ia juga mengapresiasi masyarakat, pemerintah, pihak swasta, dan berbagai organisasi yang menyalurkan donasi bagi warga terdampak.
Hingga bantuan diserahkan, sebagian korban masih bertahan di tenda penampungan sementara. Kebutuhan harian seperti makanan siap saji, air bersih, dan perlengkapan bayi menjadi prioritas di dapur umum yang beroperasi di sekitar lokasi.
Pemerintah kelurahan belum merinci jadwal relokasi maupun bentuk kompensasi bagi warga yang rumahnya hangus. Warga berharap pendataan kerugian dan bantuan lanjutan segera rampung agar pemulihan bisa berjalan lebih cepat.