BNPB Kerahkan Helikopter Black Hawk Padamkan Karhutla Way Kambas, 40 Hektare Belum Padam

BNPB Kerahkan Helikopter Black Hawk Padamkan Karhutla Way Kambas, 40 Hektare Belum Padam
Helikopter Sikorsky Black Hawk UH-60L milik BNPB melakukan water bombing di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur.

NUSAAKSARA.COM — Sekitar 40 hektare lahan di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, masih terbakar dan belum berhasil dipadamkan hingga akhir pekan lalu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengerahkan helikopter Sikorsky Black Hawk UH-60L untuk water bombing sembari menggelar operasi darat yang melibatkan ratusan personel gabungan. Kebakaran di kawasan konservasi itu sudah berlangsung sejak 22 September 2026.

Berdasarkan keterangan yang diterima, Minggu (25/10/2026), karhutla di kawasan konservasi tersebut terjadi sejak 22 September 2026. Area yang belum padam diperkirakan sekitar 40 hektare. Pada Jumat (23/10), tim gabungan sempat memadamkan lahan seluas sekitar 10,2 hektare. Angka itu merupakan estimasi dari hasil pemantauan dan evaluasi lapangan.

Dua Sortie Water Bombing dan Empat Tim Darat

Operasi udara dikerjakan dengan helikopter Sikorsky Black Hawk UH-60L melalui dua sortie water bombing. Sementara pemadaman darat melibatkan pengelola TNWK, TNI, Polri, BPBD, mitra konservasi, warga, dan unsur pendukung lain.

"Operasi pemadaman udara dilaksanakan menggunakan helikopter Sikorsky Black Hawk UH-60L melalui dua sortie water bombing. Sementara itu, pemadaman darat melibatkan unsur pengelola TNWK, TNI, Polri, BPBD, mitra konservasi, masyarakat, serta unsur pendukung lainnya," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

Personel di lapangan dibagi ke dalam empat tim. Tugasnya mencakup pemantauan dengan drone, pemadaman di kawasan rawa gambut, distribusi air dan pemasangan selang menuju titik kebakaran, serta pemadaman lanjutan di titik B. Tim juga menyiapkan suplai air ke titik D lewat penggelaran selang penyalur sepanjang sekitar tiga kilometer.

Medan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Penghambat

Sejumlah kendala memperlambat upaya pemadaman. Vegetasi rapat dan kering, angin kencang, akses lokasi yang sulit, serta jarak sumber air sekitar 1,5 kilometer dari titik kebakaran memperberat kerja personel.

Karakteristik lahan gambut menambah persoalan. Api berpotensi bertahan di lapisan bawah tanah dan muncul kembali meski pemadaman sebelumnya sudah dilakukan.

"Upaya penanganan pemadaman menghadapi sejumlah kendala, antara lain vegetasi yang rapat dan kering, angin kencang, akses menuju lokasi yang sulit, serta jarak sumber air sekitar 1,5 kilometer dari titik kebakaran. Karakteristik lahan gambut juga menyebabkan api berpotensi bertahan di lapisan bawah tanah dan kembali muncul meskipun pemadaman sebelumnya telah dilakukan," jelas Berton.

Modifikasi Cuaca dan Peninjauan Kepala BNPB

Operasi modifikasi cuaca (OMC) digelar pada Jumat (23/10) memakai pesawat Cessna Caravan. Dua sortie penyemaian garam atau natrium klorida (NaCl) masing-masing 1.000 kilogram dilepas di wilayah TNWK dan Kabupaten Lampung Barat. Pengamatan menunjukkan hujan ringan turun di kedua wilayah itu.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau lokasi lewat udara pada Sabtu (24/10). Dari pantauan visual, titik api disertai asap tebal masih terlihat di sekitar kawasan TNWK.

"Tadi setelah saya tinjau dari udara, memang ada beberapa titik api yang perlu mendapatkan perhatian, kita sudah mengatur untuk Way Kambas ini ada pasukan darat yang dibagi berdasarkan daerah operasi supaya pemadamannya lebih efektif," ujar Kristomei dalam keterangan BNPB.

Operasi lapangan melibatkan sekitar 350 personel gabungan dari BPBD provinsi dan kabupaten/kota, pemadam kebakaran, TNI, Polri, tim satuan tugas darat TNWK, BNPB, BMKG, serta mitra terkait. Selain memadamkan titik api, personel membuka jalur menuju lokasi kebakaran agar akses petugas lebih cepat.

Kristomei menyebut keterbatasan peralatan dan logistik di sejumlah lokasi ikut memengaruhi jalannya penanganan. Meski begitu, uji coba selang sepanjang tiga kilometer dinilai cukup efektif dan akan diperluas penggunaannya.

"Kita lihat juga tadi sudah dicoba dengan cara menggunakan selang sepanjang 3 kilometer ini, ternyata hasilnya cukup efektif, nanti kita akan perbanyak lagi luasan operasi pemadamannya, sehingga diharapkan dapat memadamkan lebih banyak lagi dan hasilnya terukur," jelas Kristomei.

BNPB bersama pemerintah daerah terus memenuhi kebutuhan operasional, mulai dari peralatan pemadaman, logistik personel, hingga dukungan air dan bahan bakar. Pemantauan drone akan dilanjutkan untuk memetakan perkembangan titik api dan menentukan prioritas pemadaman udara maupun darat.

Operasi gabungan berikutnya memprioritaskan titik B, titik D, dan kawasan rawa gambut, dengan pemantauan cuaca serta potensi penjalaran api. Langkah itu ditempuh untuk menekan perluasan kebakaran di kawasan konservasi TNWK.

Pertanyaan Seputar Berita Ini

Helikopter?
pa yang dikerahkan BNPB untuk memadamkan karhutla Way Kambas? A: BNPB mengerahkan helikopter Sikorsky Black Hawk UH-60L melalui dua sortie water bombing.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index