Heli TNI Jatuh di Sungai Saat Water Bombing Karhutla Kalteng, 1 Kru Tewas

Rabu, 04 November 2026 | 17:01:01 WIB
Helikopter TNI AD jatuh di Sungai Desa Sungai Perlu, Seruyan, Kalteng, saat operasi water bombing karhutla.

NUSAAKSARA.COM — Satu kru helikopter TNI Angkatan Darat ditemukan meninggal dunia setelah helikopter Mi 17V5 jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Helikopter itu jatuh saat mengambil air untuk operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Tanjung Puting.

Kecelakaan terjadi pukul 11.18 WIB. Saat mengambil air di sungai untuk operasi water bombing, helikopter mengalami kendala terbang hingga akhirnya jatuh.

Lima Kru Selamat, Dua Masih Dievakuasi

Satu orang kru ditemukan meninggal dunia dan jenazahnya sudah dievakuasi ke RS Kuala Pembuang. Lima orang dalam kondisi selamat dan menjalani perawatan di rumah sakit yang sama.

"Sementara itu, dua kru lainnya masih dalam proses evakuasi," demikian keterangan siaran pers TNI AD.

Evakuasi dilakukan lewat jalur udara. TNI AD menyatakan upaya penyelamatan diprioritaskan agar seluruh personel mendapat pertolongan secepatnya.

Operasi Water Bombing di Taman Nasional Tanjung Puting

Helikopter berangkat dari Kuala Pembuang dengan misi penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNTP. Pengambilan air di perairan Desa Sungai Perlu merupakan bagian dari operasi water bombing yang rutin dilakukan pada musim karhutla.

Kendala terbang yang dialami helikopter berujung jatuhnya pesawat di sungai. Hingga keterangan resmi dikeluarkan, penyebab pasti gangguan teknis belum dijelaskan.

Pencarian Kru Hilang dan Penyidikan Penyebab

TNI AD menyatakan akan terus mencari kru yang belum ditemukan sambil menyelidiki penyebab kecelakaan. Personel dikerahkan ke lokasi kejadian sesaat setelah helikopter jatuh.

Kawasan TNTP dan Kabupaten Seruyan termasuk wilayah yang berulang kali menghadapi karhutla, sehingga operasi pemadaman udara dikerahkan dari Kuala Pembuang. Insiden menambah daftar risiko yang dihadapi kru penerbang dalam misi penanggulangan kebakaran lahan.

Terkini