Karhutla Kalteng Meluas Lagi Jadi 547 Hektare, Api di Bawah Gambut Belum Padam

Karhutla Kalteng Meluas Lagi Jadi 547 Hektare, Api di Bawah Gambut Belum Padam
Luas karhutla di Kalimantan Tengah dilaporkan meningkat menjadi 547 hektare pada Selasa (3/11/2026).

NUSAAKSARA.COM — Luas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah kembali naik menjadi 547 hektare, bertambah 56 persen dibanding sehari sebelumnya. Peningkatan terjadi karena api di lapisan gambut bawah permukaan belum padam meski hujan sempat turun. Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebut kondisi serupa membuat Kalimantan Timur ikut meluas.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan luas karhutla di Kalimantan Tengah bertambah dari 351 hektare pada Senin (2/11/2026) menjadi 547 hektare. Kenaikan itu disampaikan Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam siaran langsung di YouTube BNPB, Selasa (3/11/2026).

Kalimantan Timur mencatat lonjakan lebih tajam. Luas karhutla di provinsi itu bertambah 80 persen menjadi 60 hektare.

Api Permukaan Padam, Bawah Gambut Masih Menyala

Berton menyebut sebagian titik api di permukaan sudah padam setelah hujan turun beberapa waktu lalu. Namun, lahan gambut menyimpan bara di bawah permukaan yang berpotensi memicu kebakaran baru.

"Kami bisa menyampaikan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur ini sebenarnya beberapa waktu yang lalu sudah terjadi hujan. Namun, mengingat adanya gambut, lahan tersebut adalah lahan gambut sehingga titik api yang ada di permukaan sudah padam namun demikian di bawah permukaan masih ada sehingga sangat berpotensi terjadi kebakaran hutan baru," kata Berton.

Karakter gambut membuat pemadaman tidak cukup dilakukan di permukaan. Bara yang tertinggal di lapisan organik bawah tanah bisa bertahan lama dan muncul kembali saat kondisi mengering.

Enam Provinsi Jadi Prioritas Penanganan

BNPB menetapkan enam provinsi sebagai prioritas pengendalian karhutla. Selain Kalteng dan Kaltim, wilayah yang masuk daftar itu adalah Papua Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah.

Sejumlah wilayah justru menunjukkan penurunan. Di Papua Selatan, luas karhutla tercatat 455 hektare atau turun 25 persen. Nusa Tenggara Timur turun 48 persen, sementara Sulawesi Tengah turun 4 persen menjadi 89 hektare.

"Untuk penanganan karhutla dan pengendalian di Indonesia dapat kami sampaikan ada enam provinsi yang menjadi prioritas, di Papua Selatan penanganan saat ini ada di 455 hektare atau turun 25%, sedangkan di Nusa Tenggara Timur turun 48% menjadi 14%, di Sulawesi Tenggara ada 91 hektare dan di Sulawesi Tengah ada 89 hektare atau turun 4%," ujar Berton.

Fluktuasi Luas Areal dalam Tiga Hari

Angka karhutla di Kalteng bergerak naik-turun dalam tiga hari terakhir. Setelah sempat dilaporkan menurun ke 351 hektare, luas areal terbakar kembali melonjak ke 547 hektare.

Pola itu menunjukkan pemantauan harian masih menjadi acuan utama BNPB dalam membaca dinamika karhutla. Penambahan luas tidak selalu berarti kebakaran baru di permukaan, tetapi bisa berasal dari titik panas yang kembali aktif di bawah gambut.

BNPB belum menyampaikan proyeksi luas karhutla untuk hari berikutnya. Pemantauan lapangan dan laporan daerah akan menentukan apakah tren kenaikan di Kalteng dan Kaltim berlanjut atau kembali menurun seperti di sejumlah provinsi lain.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index