Trump Klaim Venezuela Akan Serahkan Puluhan Juta Barel Minyak ke AS

Trump Klaim Venezuela Akan Serahkan Puluhan Juta Barel Minyak ke AS
Ilustrasi. (Foto: Generate AI).

NUSA AKSARA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim Venezuela akan “menyerahkan” antara 30 hingga 50 juta barel minyak berkualitas tinggi kepada AS menyusul serangan militer di Caracas serta penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun Truth Social miliknya pada Rabu (7/1/2026). Ia menyebut minyak yang selama ini dikenai sanksi itu akan dijual sesuai harga pasar, namun hasil penjualannya akan berada di bawah kendali langsung Presiden AS.

“Uang dari minyak itu akan saya kendalikan sebagai Presiden Amerika Serikat,” tulis Trump, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (8/1/2026).

Trump juga mengaku telah menginstruksikan Menteri Energi AS, Chris Wright, untuk segera mengeksekusi rencana tersebut. Ia menjelaskan minyak mentah Venezuela akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan khusus dan dibawa langsung ke pelabuhan bongkar muat di AS.

Menurut Trump, minyak tersebut nantinya akan dimanfaatkan “demi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.”

Venezuela diketahui memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, mencapai sekitar 303 miliar barel, dengan produksi harian sekitar 1,1 juta barel. Namun, produksi minyak negara itu mengalami penurunan tajam sejak akhir 2010-an, sebelum akhirnya lumpuh akibat sanksi Barat.

Pernyataan Trump memicu reaksi dari berbagai pihak internasional. Negosiator senior Rusia dalam konflik Ukraina, Kirill Dmitriev, menyindir langkah Trump melalui unggahan di platform X.

“Beli Greenland dengan minyak Venezuela? Akuisisi geopolitik inovatif,” tulis Dmitriev, merujuk pada laporan Wall Street Journal terkait upaya baru Trump mengakuisisi pulau Greenland.

Ia juga membagikan ulang sebuah meme yang menyerupai foto ikonik pengibaran bendera AS di Iwo Jima, namun mengganti bendera tersebut dengan simbol pompa minyak.

Pengumuman Trump disampaikan tak lama setelah serangan AS ke Venezuela pada akhir pekan lalu, yang diikuti dengan penculikan Nicolas Maduro untuk diadili di New York atas tuduhan perdagangan narkoba.

Sejak kejadian itu, Trump menuntut “akses penuh” terhadap minyak Venezuela serta sumber daya lain yang dinilainya dapat membantu AS membangun kembali negara tersebut. Ia bahkan menyatakan bahwa AS akan “mengelola” Venezuela hingga masa transisi pemerintahan berlangsung.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menegaskan negaranya “tidak akan pernah kembali menjadi koloni kekaisaran mana pun.” Meski demikian, ia mengisyaratkan adanya peluang kerja sama dengan AS di masa depan. (Fitri Wulandari/CTA)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index