Lab Sabu Terbesar RI Dibongkar di Pidie, Dua Peracik China Ditangkap

Lab Sabu Terbesar RI Dibongkar di Pidie, Dua Peracik China Ditangkap
Aparat gabungan membongkar laboratorium sabu di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh, Jumat (23/10).

NUSAAKSARA.COM — Aparat gabungan Polri, BNN, dan Bea Cukai membongkar laboratorium sabu terbesar di Indonesia di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh, Jumat (23/10). Dari dua ruko yang dijadikan pabrik itu, petugas menyita 1,2 ton bruto narkoba jenis sabu. Dua warga negara China yang berperan sebagai peracik utama turut diamankan.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengatakan laboratorium rahasia itu beroperasi di dua ruko dan melibatkan jaringan internasional yang menghubungkan sindikat China, Malaysia, dan Indonesia. Penggerebekan dilakukan serentak di Pidie serta sejumlah titik lain di Bireuen, Aceh Utara, dan Lhokseumawe.

Operasi bermula dari pendeteksian pergerakan jaringan narkotika asal China sejak Februari 2026. Puncaknya terjadi pada 18 Oktober, ketika komunikasi salah satu tersangka terendus petugas.

Dua Warga China Berperan sebagai Peracik Utama

Suyudi menyebut dua warga China berinisial LJ (45) dan XM (42) didatangkan khusus sebagai ahli kimia. Keduanya disebut sebagai koki utama dalam produksi sabu di laboratorium tersebut.

"Dua warga negara Tiongkok selaku koki utama atau ahli kimia berinisial LJ (45) dan XM (42) juga kita amankan dalam penggerebekan itu," kata Suyudi saat memberikan keterangan pers di Pidie, Jumat (23/10).

Menurut pemeriksaan aparat, LJ dan XM sempat berada di Aceh selama 10 hari pada Juni 2026 untuk memetakan lokasi, lalu kembali ke Malaysia. Pergerakan keduanya terdeteksi lagi pada 15 Oktober 2026 saat terbang dari Kunming, China, ke Kuala Lumpur untuk menemui tersangka warga Indonesia berinisial B.

Tiga hari berselang, LJ menghubungi atasannya di China berinisial LX dan NX. Ia melaporkan produksi sabu telah dimulai, dan atasannya meminta proses dipercepat agar barang segera dikirim.

Barang Bukti 20 Drum Sabu Cair dan 500 Gram Kristal

Selain LJ dan XM, petugas mengamankan sejumlah tersangka lain berinisial F, MY, AK, dan AY. Dari penggeledahan, tim menemukan 20 drum sabu cair dan sekitar 500 gram sabu kristal dengan total barang bukti mencapai 1,2 ton bruto.

Penyidik juga menyita enam ponsel dari lokasi penggerebekan. Ponsel-ponsel itu akan diperiksa untuk menelusuri jaringan yang lebih luas.

Pengendali Utama Masih Diburu, TPPU Disiapkan

Suyudi menyatakan tim masih memburu sejumlah daftar pencarian orang yang diduga terlibat. Nama-nama yang masuk DPO meliputi pengatur lapangan berinisial Z, ES, J, BR, dan SS.

"Tim saat ini masih memburu para daftar pencarian orang atau DPO meliputi pengatur lapangan berinisial Z, ES, J, BR, SS serta berkoordinasi dengan NC City Tiongkok untuk menangkap pengendali utama, yaitu Saudara LS," kata Suyudi.

Polri akan berkoordinasi dengan otoritas China untuk mengejar LS yang diduga sebagai pengendali utama jaringan. Penyidik juga menyiapkan penerapan pasal tindak pidana pencucian uang dalam kasus ini.

Skala temuan di Pidie menjadikannya laboratorium sabu terbesar yang pernah diungkap di Indonesia. Jaringan yang membangunnya memakai pola produksi terdesentralisasi, dengan peracik didatangkan langsung dari luar negeri dan bahan baku diproses di lokasi rahasia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index