KMP Batu Mandi Karam Usai Terbakar di Merak Akan Diapungkan, 18 Saksi Diperiksa

KMP Batu Mandi Karam Usai Terbakar di Merak Akan Diapungkan, 18 Saksi Diperiksa
Petugas meninjau lokasi karamnya KMP Batu Mandi di perairan Merak, Cilegon.

NUSAAKSARA.COM — Sebanyak 18 saksi telah diperiksa penyidik Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Banten untuk mengungkap penyebab kebakaran KMP Batu Mandi, yang karam di perairan Merak, Kota Cilegon. Kapal penumpang itu terbakar pada Selasa (20/10/2026) saat hendak bersandar di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak. PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak menyatakan akan mengapungkan kembali kapal yang karam tersebut.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Umar Imran Batubara mengatakan, proses pengapungan kapal akan melibatkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Polairud Polda Banten. Menurut dia, pengapungan hanya bisa dilakukan setelah instansi terkait menyelesaikan investigasi dan pemeriksaan.

"Setelah diapung tentunya kita harus berkoordinasi dengan instansi terkait, KSOP maupun Polairud, kalau memang sudah selesai mereka melakukan investigasi dan pemeriksaan rencananya kami tarik ke galangan," ujar Umar, Jumat (23/10/2026).

Dua Opsi Galangan untuk Penyandaran Kapal

ASDP menyiapkan dua lokasi penyandaran bagi KMP Batu Mandi setelah diapungkan. Pilihan pertama adalah galangan kapal di Bojonegara, Banten. Opsi kedua adalah galangan tempat kapal tersebut dibuat di Bandar Lampung.

Penentuan lokasi bergantung pada hasil koordinasi dengan KSOP dan Polairud. Umar tidak menyebut tenggat pasti kapan pengapungan dan penarikan kapal ke galangan akan dilakukan.

Kronologi Kebakaran di Dermaga Eksekutif

KMP Batu Mandi terbakar pada Selasa (20/10/2026) saat mengangkut penumpang yang hendak bersandar di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak. Insiden itu membuat kapal karam di perairan Merak.

Penyebab kebakaran belum dipastikan hingga kini. Penyidik masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan bukti di lokasi untuk menentukan titik awal api.

Penyelidikan Berjalan di Dua Jalur

Ditpolairud Polda Banten memeriksa 18 saksi dalam kasus kebakaran KMP Batu Mandi. Pemeriksaan menyasar awak kapal, petugas pelabuhan, hingga penumpang yang berada di lokasi saat kejadian.

Jalur investigasi kedua berjalan di Kementerian Perhubungan. Kemenhub menyelidiki penyebab kebakaran KMP Batu Mandi di Pelabuhan Merak melalui mekanisme pemeriksaan keselamatan pelayaran.

Dua penyelidikan itu berjalan paralel. ASDP menegaskan proses pengapungan kapal tidak akan mengganggu kepentingan penyidik dalam mengumpulkan bukti di lambung dan ruang mesin kapal.

Dampak ke Layanan Penyeberangan

Karamnya KMP Batu Mandi di perairan Merak menambah beban layanan penyeberangan Selat Sunda. Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak menjadi lokasi insiden, sehingga otoritas pelabuhan perlu mengatur ulang antrean kapal selama proses evakuasi berlangsung.

ASDP belum merinci berapa jumlah penumpang dan kendaraan yang terdampak. Perusahaan juga belum menyampaikan proyeksi kerugian material dari insiden tersebut.

Pengapungan kapal menjadi syarat sebelum penarikan ke galangan. Tanpa proses itu, KMP Batu Mandi tetap berada di dasar perairan Merak dan berpotensi mengganggu alur pelayaran kapal feri lain.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index