NUSAAKSARA.COM — Delapan kreasi nasi goreng dari empat kolaborasi restoran hadir dalam Nasi Goreng Table, bagian dari Tatler Dining Festival 2026. Menunya memadukan cita rasa Indonesia, Thailand, dan Tiongkok, dan bisa dicoba sepanjang November 2026 di restoran yang berpartisipasi.
Nasi goreng mungkin sudah terlalu akrab di lidah kita, tapi delapan kreasi di Nasi Goreng Table menunjukkan sajian ini masih punya banyak ruang untuk dieksplorasi. Program yang jadi bagian Tatler Dining Festival 2026 ini mempertemukan empat restoran dengan karakter kuliner berbeda, masing-masing menghadirkan dua interpretasi nasi goreng.
Zamri Mamat, Chief Marketing Officer Plaza Indonesia, menyebut hidangan familiar justru bisa terus diolah lewat kreativitas. "Kami percaya bahwa hidangan yang familiar dapat terus dieksplorasi melalui kreativitas dan karakter kuliner yang beragam," katanya saat jumpa pers di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.
Nasi Goreng Kuah ala Kwetiau Siram
Kolaborasi Baan Maisie dan Chef Freddie dari SILK BISTRO menghadirkan Thai Gravy Fried Rice with Soft Shell Crab. Tampilannya mirip kwetiau siram, hanya saja nasinya diganti nasi goreng dengan kuah kental dan kepiting bercangkang lunak.
Freddie mengaku sajian ini terinspirasi kueh teow ladna, mi siram khas Thailand. "Biasanya kita memakannya dengan kueh teow siram. Tapi hari ini, kita memakannya dengan nasi goreng," ujarnya.
Kreasi keduanya, Golden Prawn XO Khao Pad, mengandalkan udang dan saus XO. "Rasa gurih atau asinnya berasal dari kecap ikan dan saus tiram, sedangkan rasa manisnya berasal dari gula asli," kata Freddie.
Lidah Sapi Kecombrang dan Udang Windu
Noesaka bersama Chef Vallian Gunawan dari Kindling menawarkan Nasi Goreng Lidah Kecombrang dan Tiger Prawn XO. Sajian pertama memadukan lidah sapi dengan kecombrang yang beraroma khas, plus rasa ikan teri yang makin terasa setelah beberapa suapan.
Triknya ada di beras. "Nasi basmati dan jasmine ini di-mix jadi satu, menghasilkan dua rasa yang berbeda," jelas Eko, Chef Noesaka. Versi kedua memakai udang windu dengan saus XO dan tekstur nasi yang lebih kering.
Sentuhan Tomat dan Bebek Asap
Kam's Roast dan Chef Ray Janson menghadirkan Chicken Lapcheong with Tomato Egg Fried Rice yang menonjolkan rasa tomat. Ada pula Smoked Duck Fried Rice dengan aroma asap dan daging bebek asin, meski porsinya tergolong mungil.
Cakalang Fufu dan Sambal Roa dari Manado
Teras by Plataran dan Chef Jovan dari Mata Karanjang mengangkat kuliner Sulawesi Utara lewat nasi goreng cakalang fufu dan sambal roa dengan ayam. Keduanya berbahan ikan asap, tapi karakter rasanya beda.
Chef Ivan dari Teras by Plataran menjelaskan cakalang fufu bertekstur lebih lembap karena pengasapannya tidak sampai kering. Ikan roa sebaliknya, diasap hingga kering lalu dihaluskan jadi sambal atau campuran nasi goreng. Hidangannya dilengkapi ayam yang diolah menyerupai sate.
Kapan Bisa Dicoba
Seluruh kreasi Nasi Goreng Table tersedia eksklusif di restoran yang berpartisipasi sepanjang November 2026. Kalau penasaran dengan nasi goreng kuah ala kwetiau atau versi kecombrang, bulan itu jadi waktu yang pas untuk mampir.
Delapan interpretasi ini menunjukkan nasi goreng tetap relevan sebagai kanvas kreativitas chef. Dari kuah kental sampai ikan asap Manado, semuanya berangkat dari satu bahan sederhana yang akrab di meja makan kita.