NUSAAKSARA.COM — Seorang warga negara Indonesia yang bertempur di barisan Rusia mengirim surat terbuka kepada Presiden RI dengan satu permintaan utama: pemulangan seluruh WNI yang kini terjebak di garis depan melawan Ukraina. Permintaan itu disampaikan langsung oleh Deden kepada Republika dari lokasi tugasnya, saat situasi lapangan makin berbahaya.
Permintaan itu disampaikan Deden kepada Republika saat dikonfirmasi dari Jakarta. Ia meminta kebesaran hati Presiden RI untuk menjangkau seluruh WNI yang nasibnya tak jelas setelah dikirim ke medan perang.
Isi Permohonan: Pulangkan Semua WNI, Bukan Hanya Sebagian
Dalam komunikasi dengan Republika, Deden tidak berbicara soal dirinya sendiri. Permintaannya menyasar seluruh WNI yang ikut bergabung dengan pasukan Rusia dan kini berada di garis depan.
"Semoga kami semua bisa dipulangkan," kata Deden, dikutip Republika, Selasa (3/10/2026).
Kalimat itu menegaskan satu hal: persoalannya bukan satu orang yang ingin pulang, tapi sejumlah WNI yang sama-sama terjebak dalam perang yang bukan milik mereka.
Banyak WNI Hilang Kontak Setelah Dikirim ke Garis Depan
Deden menyebut banyak WNI yang bergabung dengan Rusia sudah tidak ada kabarnya lagi. Hilangnya kontak itu terjadi setelah mereka dikirim ke garis depan melawan Ukraina.
Ia tidak merinci berapa jumlah WNI yang dimaksud. Namun pernyataannya memberi gambaran bahwa keberadaan mereka di medan tempur tidak selalu terpantau, termasuk oleh sesama WNI yang masih bisa berkomunikasi dengan pihak luar.
Ancaman Drone di Medan Tempur
Deden menggambarkan situasi lapangan yang dihadapi para WNI di Rusia. Ancaman terbesar, menurut dia, datang dari serangan drone.
"Ancamannya di sini itu drone," kata Deden.
Pernyataan itu menjelaskan mengapa permintaan pemulangan disampaikan secara terbuka. Perang modern menghadirkan risiko yang tidak bisa dihindari hanya dengan pengalaman tempur, dan WNI yang bergabung dengan pasukan Rusia menghadapinya tanpa jaminan perlindungan dari negara asal.
Jalan Pemulangan Belum Jelas
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pemerintah Indonesia soal permintaan Deden. Mekanisme pemulangan WNI yang bergabung dengan pasukan asing juga belum dijelaskan.
Surat terbuka Deden menempatkan persoalan ini di meja Presiden RI. Isinya sederhana: ada WNI di garis depan, sebagian sudah tak ada kabar, dan mereka berharap bisa pulang.