Pembiayaan Bank Mega Syariah Naik 11,92% ke Rp 10,31 Triliun per September 2026

Pembiayaan Bank Mega Syariah Naik 11,92% ke Rp 10,31 Triliun per September 2026
Pembiayaan Bank Mega Syariah tumbuh 11,92% secara tahunan menjadi Rp 10,31 triliun per September 2026.

NUSAAKSARA.COM — Bank Mega Syariah membukukan pembiayaan Rp 10,31 triliun hingga September 2026, tumbuh 11,92% secara tahunan. Segmen komersial menjadi penopang utama dengan kenaikan 20,32% YoY. Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio pembiayaan bermasalah di kisaran 1%.

Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah Hanie Dewita mengatakan pertumbuhan diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara bisnis dan pengelolaan risiko. "Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko secara berkelanjutan," jelas Hanie dalam keterangan resmi, Jumat (30/10/2026).

Segmen Komersial Kuasai 60,27% Portofolio

Pembiayaan segmen komersial Bank Mega Syariah mencapai Rp 6,22 triliun per September 2026. Nilai itu setara 60,27% dari total portofolio pembiayaan perseroan.

Rinciannya, pembiayaan corporate banking tumbuh 20,20% YoY menjadi Rp 4,72 triliun. Pembiayaan business banking naik 20,71% YoY menjadi Rp 1,50 triliun. Kedua subsegmen bergerak hampir seiring, menandakan ekspansi merata di sisi korporasi maupun usaha menengah.

Kualitas Aset Terjaga, NPF di Kisaran 1%

Di tengah ekspansi, rasio non-performing financing (NPF) gross Bank Mega Syariah berada di kisaran 1% per September 2026. Angka itu menempatkan kualitas pembiayaan perseroan di level yang relatif aman.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun mencapai Rp 12,01 triliun. Total aset perseroan tumbuh 9,28% YoY menjadi Rp 18,67 triliun. Pertumbuhan aset sedikit di bawah laju pembiayaan, mencerminkan pemanfaatan modal yang makin efisien.

Efisiensi operasional ikut membaik. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun menjadi 82,83% pada September 2026, dari 83,58% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Rasio return on assets (ROA) tercatat 1,50%.

Arah Bisnis ke Depan

Bank Mega Syariah akan memperkuat penyaluran pembiayaan pada sektor produktif. Fokus itu dijalankan dengan tetap memperhatikan kualitas aset, manajemen risiko, dan efisiensi operasional.

Bagi nasabah dan pelaku usaha, arah ini berarti tambahan pasokan pembiayaan syariah di segmen korporasi dan bisnis. Bagi industri, kinerja Bank Mega Syariah menambah gambaran bahwa bank syariah masih mampu tumbuh dua digit dengan rasio pembiayaan bermasalah yang rendah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index