Komisi XIII DPR Hadiri Wisuda Hafalan Al-Qur'an Warga Binaan Lapas Purwokerto

Komisi XIII DPR Hadiri Wisuda Hafalan Al-Qur'an Warga Binaan Lapas Purwokerto
Warga binaan Lapas Kelas IIA Purwokerto mengikuti prosesi wisuda hafalan Al-Qur'an dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026.

NUSAAKSARA.COM — Sejumlah warga binaan Lapas Kelas IIA Purwokerto menjalani wisuda hafalan Al-Qur'an dan khotmil Qur'an dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026. Kegiatan yang digelar Jumat (30/10) itu dihadiri Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar bersama Kepala Lapas Purwokerto dan sejumlah tamu undangan. Pembinaan keagamaan menjadi pintu masuk bagi warga binaan untuk memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.

Program Pembinaan Keagamaan di Balik Jeruji

Rangkaian acara dibuka dengan laporan kegiatan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Munawar mengenai pelaksanaan program pembinaan keagamaan dan perkembangan warga binaan santri selama mengikuti pembelajaran Al-Qur'an. Laporan itu memuat capaian hafalan serta progres pembinaan kepribadian yang dijalani para santri selama berada di lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen lembaganya dalam memberikan pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan. Menurut dia, pembinaan tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga pada pembentukan karakter.

"Melalui pembinaan keagamaan, kami berharap warga binaan tidak hanya mampu meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai pedoman untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik," ungkap Kalapas.

Pesan Yanuar: Masa Lalu Tidak Menentukan Masa Depan

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurut dia, pemasyarakatan bukan sekadar menjalani masa pidana, melainkan juga memberi kesempatan bagi setiap individu untuk memperbaiki diri.

"Di balik keterbatasan, warga binaan tetap memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meningkatkan kualitas keimanan. Jangan pernah merasa bahwa masa lalu menentukan masa depan. Selama masih ada kemauan untuk berubah, selalu terbuka kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik," ungkap Yanuar.

Kehadiran anggota DPR RI dari komisi yang membidangi hukum dan pemasyarakatan itu memberi sinyal bahwa pembinaan keagamaan di lapas menjadi bagian dari perhatian legislatif. Komisi XIII DPR RI diketahui menaungi sejumlah mitra kerja di sektor hukum, hak asasi manusia, dan pemasyarakatan.

Prosesi Khotmil Qur'an hingga Penampilan Hadroh

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi Khotmil Qur'an dan wisuda hafalan Al-Qur'an bagi warga binaan santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Munawar. Suasana berlangsung khidmat, diiringi tausyiah keagamaan yang menyampaikan pesan tentang pentingnya Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, penguat keimanan, serta landasan untuk memperbaiki diri.

Kemeriahan acara turut diwarnai penampilan hadroh oleh warga binaan. Penampilan itu menambah suasana religius dan kebersamaan dalam peringatan Hari Santri Nasional tahun ini.

Lapas Purwokerto menyatakan terus berupaya menghadirkan pembinaan yang religius, humanis, dan berkelanjutan. Masa pembinaan diposisikan bukan sekadar menjalani masa pidana, melainkan kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

Lantunan ayat suci dari balik jeruji menjadi pengingat bahwa setiap insan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata masa depan. Bagi warga binaan santri, wisuda hafalan menjadi penanda bahwa pembinaan keagamaan berjalan dengan capaian yang bisa diukur, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index